Brilian-news.id | PASURUAN KABUPATEN – Unit Reskrim Polsek Kejayan yang dipimpin oleh Kapolsek Kejayaan AKP Marti, S.H., M.H. berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) pelaku pencurian yang terjadi pada hari Senin (29/05/2023) pukul 21.30 WIB di dalam area PT. Bantuan Alam Tunggal Abadi di Dusun Welang, Desa Kedemungan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.
Pelaku yakni seorang pria berinisial MA 21 tahun warga Dusun Dermo, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Kejayaan menjelaskan terkait kronologi kejadian bahwa pada hari Senin (29/05/2023) pukul 21.30 WIB telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan di dalam PT. Bantuan Alam Tunggal Abadi yang dilakukan oleh pelaku AR(Vonis), KA(Vonis), AN(Vonis), FK(Vonis) BD(DPO) dan MA(Kap) yang berperan melihat keadaan sekitar TKP.
Para pelaku setelah berhasil melakukan pencurian barang milik perusahaan, selanjutnya barang hasil curian tersebut dipindahkan ke sepeda motor dan kemudian dibawa pergi meninggalkan TKP.
Lalu para pelaku tersebut melakukan pencurian menggunakan seperangkat alat las (telah disita dan memperoleh Tap sita dari PN Kls II B Bangil), selanjutnya pelaku dibawa dan diamankan ke Polsek Kejayan guna proses lebih lanjut.
“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp.15.000.000 (lima belas juta rupiah),” jelas Kapolsek.
Dari hasil semua penangkapan anggota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua tabung warna hitam berisi nitrogen satu plastik las satu tabung LPG 3kg satu flandon beserta kabel satu kunci Inggris merk Fukung satu tas pinggang satu Hp merk Vivo warna hitam satu linggis kecil satu power bank warna hitam (sudah disita sebagai barang bukti pada berkas perkara sebelumnya)
“Atas perbuatannya, Pelaku dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke-3e ,4e dan 5e KUHP yang berbunyi 3e (pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup), 4e (pencurian dilakukan oleh dua orang atau lebih), 5e (pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan dilakukan dengan cara merusak, memotong, atau memanjat). Diancam pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan paling lama 9 (sembilan) tahun penjara,” jelasnya.





