Brilian•Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan setuju Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 tidak diterapkan secara menyeluruh saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurut Zulkifli bila diterapkan level 2 saja sudah terlalu tinggi.
“Tapi kita level dua itu sudah terlalu tinggi, mestinya level satu kita,” ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/12).
Zulkifli menilai, penerapan PPKM level 2 sudah cukup untuk menghadapi libur Nataru. Menurut Ketum PAN ini sudah wajar ditetapkan level 1 di Jakarta karena tingkat vaksinasi yang tinggi.
“Karena Nataru ini jadi level 2 itu sudah lebih dari cukup. Harusnya level 1 kita kalau di Eropa, London itu 50 ribu sehari itu sekolah masih bebas gitu. Orang ke mana-mana enggak pakai masker di Amerika itu juga sama 50 ribu-60 ribu satu hari, orang ke mana-mana ke toko,” ujarnya.
“Jadi kuncinya itu vaksin. Jadi kalau semua sudah vaksin itu mudah-mudahan karena imunnya naik dan itu bisa diatasi. Jadi itu kuncinya vaksin,” jelasnya pada awak media.
PPKM Level 3 Batal
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pemerintah akan menerapkan kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan aturan PPKM di seluruh wilayah.
“Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah. Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan,” kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/12).
Luhut menambahkan, keputusan terkait level PPKM didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen. Pemerintah juga terus gencar melakukan vaksinasi lansia yang hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali.
“Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu. Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19 yang tinggi,” tegas Luhut mengakhiri perbincangan bersama awak media.





