Perketat Karantina, Menkes Sebut untuk Lindungi 270 Juta Rakyat Indonesia

Senin, 27 Des 2021 12:23 WIB
Perketat Karantina, Menkes Sebut untuk Lindungi 270 Juta Rakyat Indonesia
Perketat Karantina, Menkes Sebut untuk Lindungi 270 Juta Rakyat Indonesia

Brilian*Jakarta – Pemerintah akan meningkatkan surveilans untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19 varian Omicron. Salah satu caranya adalah memperketat karantina pelaku perjalanan dari luar negeri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, upaya memperketat karantina ini untuk melindungi rakyat Indonesia dari penularan Omicron.

“Kalau teman-teman tanya ‘wah menyulitkan’, memang menyulitkan tapi hanya untuk puluhan ribu rakyat kita yang relatif lebih mampu yang memang kemarin jalan keluar negeri. Tetapi kita harus melindungi 270 juta rakyat kita yang sekarang kondisinya sudah baik,” jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (27/12).

Bacaan Lainnya

Saat ini, tercatat ada 46 kasus Omicron di Indonesia. Budi menyebut, 98 persen dari total kasus tersebut terjadi akibat warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri.

Surveilans kedua yang dilakukan pemerintah ialah menyebarkan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan teknologi baru. Alat tes PCR ini mampu melihat materi Omicron.

“Kita sudah sebarkan di seluruh pintu-pintu masuk dari luar negeri sehingga kita bisa lebih cepat mengidentifikasi Omicron menggunakan tes PCR yang cuma 4 sampai 6 jam dibandingkan dengan tes genome sequencing yang antara 3 sampai 5 hari,” katanya.

Langkah ketiga, pemerintah akan menyebarkan mesin genome sequencing ke seluruh pulau di Indonesia. Budi menyebut, 15 mesin genome sequencing baru akan tiba di Tanah Air pada awal 2022.

“Akan kita sebarkan ke seluruh pulau-pulau Indonesia, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, agar tes genome sequencing ini menjadi lebih cepat dan jaringannya menjadi lebih kuat, tidak hanya di Jawa saja,” ujarnya.

46 Kasus Varian Omicron
Hingga 27 Desember 2021, pemerintah mencatat ada 46 kasus Covid-19 varian omicron yang terdeteksi di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sebagian besar pasien tersebut merupakan masyarakat yang baru kembali dari luar negeri.

“Hampir seluruhnya adalah pelaku perjalanan luar negeri yang berasal dari berbagai negara,” kata Luhut dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (27/12).

Sisanya, kata Luhut merupakan petugas Wisma Atlet yang terpapar. Luhut meminta kepada masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

Bila perjalanan tersebut hanya untuk sekadar berlibur, dia menyarankan untuk berwisata di Indonesia. Menurutnya berlibur di dalam negeri lebih aman dari ancaman varian omicron yang tengah menyebar di luar negeri.

“Jika hanya ingin liburan, pergilah ke berbagai tempat wisata di domestik,” kata dia.

Apalagi berlibur di Indonesia bisa membantu masyarakat sektor pariwisata untuk bangkit dari dampak pandemi. Sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Liburan di dalam negeri juga akan membantu mengakselerasi pemulihan ekonomi domestik,” tegasnya pada awak media mengakhiri perbincangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *