Pemkot Bandung Pastikan Hak Anak Disabilitas Terpenuhi Lewat Data Dukcapil yang Lengkap

Rabu, 1 Okt 2025 18:06 WIB
Pemkot Bandung Pastikan Hak Anak Disabilitas Terpenuhi Lewat Data Dukcapil yang Lengkap

Brilian•BANDUNG – Wajah Raflan tampak berbinar saat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyapanya dengan hangat di rumah sederhana mereka di RW 03 Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Rabu (1/10/2025). Kehadiran Farhan bukan sekadar membawa bantuan pangan, tetapi juga menegaskan pentingnya data kependudukan yang lengkap agar hak-hak anak penyandang disabilitas seperti Raflan dapat terpenuhi dengan baik.

Orang tua Raflan terlihat terharu menerima kunjungan tersebut. Sang ibu berulang kali mengucapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Alhamdulillah, hatur nuhun pisan Pak Wali. Kehadiran bapak sangat berarti untuk anak kami. Semoga bantuan ini membawa kebaikan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Farhan menegaskan, layanan pemerintah kini harus berbasis pada data kependudukan. “Layanan kita sekarang harus berbasis Dukcapil. Makanya layanan di Dukcapil harus excellent. Dari mulai lahir sampai akhir, dari nikah sampai cerai, semuanya harus tercatat lengkap,” katanya di hadapan Camat Bojongloa Kaler dan Lurah Babakan Asih yang turut mendampingi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, masih banyak program pemerintah yang terhambat karena administrasi kependudukan warga belum tertib. Ia mencontohkan pentingnya Kartu Identitas Anak (KIA) bagi Raflan. “Dengan KIA, nanti akan lebih mudah dapat KTP dan masuk ke DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” jelasnya. Farhan menilai kelengkapan data Dukcapil adalah jembatan utama untuk memastikan setiap warga, khususnya kelompok rentan seperti anak disabilitas, tidak terlewat dari bantuan dan layanan publik.

Ia juga mengingatkan perangkat kewilayahan dan petugas Dukcapil untuk aktif mendampingi warga yang mengalami kesulitan mengurus dokumen kependudukan. “Kalau data sudah valid, bantuan bisa disalurkan tepat sasaran. Kita tidak ingin ada warga yang tertinggal hanya karena administrasi tidak beres. Jangan sampai warga kesulitan mengurus kartu keluarga atau KIA. Kita harus bantu sampai selesai,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Farhan juga mendengarkan keluh kesah keluarga Raflan. Ayah Raflan menceritakan tentang warung kecil yang dikelola istrinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Farhan pun memberikan semangat agar keluarga tetap berdaya dan terus mengelola usaha kecilnya dengan baik.

Dengan sistem Dukcapil yang tertib, Farhan berharap hak-hak warga, terutama anak-anak disabilitas seperti Raflan, dapat terpenuhi. Ia menegaskan langkah ini penting agar Bandung semakin menjadi kota yang ramah dan adil bagi semua warganya, tanpa terkecuali.**

Pos terkait