Pemkot Bandung Jadikan Persoalan Sampah Prioritas Utama di RAPBD 2026

Rabu, 24 Des 2025 12:12 WIB
Pemkot Bandung Jadikan Persoalan Sampah Prioritas Utama di RAPBD 2026

Brilian•BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menempatkan persoalan sampah sebagai salah satu prioritas utama dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026. Kebijakan tersebut muncul setelah adanya evaluasi dari Gubernur Jawa Barat yang menyoroti kebersihan kota serta sistem pengolahan sampah yang dinilai masih perlu diperkuat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dan sarana pendukung pengelolaan sampah. Salah satu fokus utama adalah penambahan jumlah penyapu jalan agar kebersihan kota dapat terjaga lebih optimal.
Saat ini, jumlah penyapu jalan di Kota Bandung sekitar 800 orang dan baru mampu menjangkau sekitar 52 persen ruas jalan. Selain keterbatasan jumlah personel, sistem kerja penyapuan masih didominasi satu sif, sehingga kebersihan jalan sering kali tidak bertahan sepanjang hari.
Ke depan, Pemkot Bandung menargetkan penambahan penyapu jalan agar pola kerja bisa diperluas menjadi dua hingga tiga sif, khususnya di kawasan pusat kota. Dengan demikian, kebersihan diharapkan dapat terjaga sejak pagi hingga malam hari.
Selain kebersihan jalan, penguatan sistem pengolahan sampah juga menjadi perhatian serius. Farhan menyebutkan bahwa dari sisi armada pengangkutan, Kota Bandung relatif memadai. Namun, kemampuan pengolahan sampah masih belum sebanding dengan volume timbulan harian.
Untuk mendukung penguatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp96 miliar pada 2026. Anggaran ini di luar anggaran persampahan yang sudah ada sekitar Rp240 miliar, dan akan digunakan untuk penambahan petugas kebersihan, pengadaan mesin pengolahan sampah, serta penguatan pengelolaan di tingkat kewilayahan.
Pemkot Bandung juga berencana menempatkan petugas pemilah dan pengolah sampah di tingkat kecamatan dan kelurahan. Fokus utamanya adalah pengolahan sampah organik di tingkat RW dengan jumlah personel yang direncanakan mencapai sekitar 1.597 orang.
Saat ini, timbulan sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 981 ton masih dibuang ke TPA Sarimukti, sementara kemampuan pengolahan baru sekitar 350 ton per hari. Dengan penambahan mesin dan penguatan peran petugas di wilayah, Pemkot Bandung menargetkan selisih tersebut dapat tertangani secara bertahap mulai awal 2026.**

Pos terkait