Brilian•BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung kembali menghadirkan program Ngakhitan Gratis Door to Door (Ngadoor), kali ini di Kecamatan Mandalajati. Sebanyak 20 anak mendapatkan layanan khitan gratis yang menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis syariat dan kemanusiaan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, hadir langsung mendampingi pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa Ngadoor merupakan janji kampanye yang benar-benar diwujudkan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan khitan tanpa biaya.
“Ini janji kampanye kami dulu. Ketika ada yang bertanya, ‘Kang, ieu teh kampanye wungkul atanapi bakal terus?’, saya jawab insyaallah program ini jalan terus lima tahun,” ujar Erwin.
Dengan gaya humor khasnya, Erwin menjelaskan pentingnya khitan dalam ajaran Islam sambil membuat suasana warga menjadi hangat dan penuh tawa.
“Dulu Nabi Ibrahim disunat di umur 80 tahun maké kapak. Ayeuna mah maké laser, langkung aman,” candanya.
Program Ngadoor sendiri biasanya dilakukan langsung dari rumah ke rumah, namun khusus di Mandalajati kali ini pelaksanaannya dipusatkan di kantor kecamatan sebagai contoh kegiatan. Selanjutnya, tim medis akan kembali melakukan kunjungan langsung ke rumah peserta.
Selain layanan khitan, anak-anak juga mendapat berbagai hadiah seperti baju koko, mainan mobil remot, goodie bag, dan tumpeng sebagai bentuk syukuran.
“Insyaallah setelah disunat, jadi anak saleh yang mendoakan orang tuanya,” kata Erwin.
Pemkot Bandung menargetkan 215 anak ikut serta dalam tahap pertama program ini sepanjang 2025, dan meningkat menjadi 500 anak pada tahun 2026.
Camat Mandalajati, Evy Oktaviyanty, mengapresiasi kegiatan ini yang tidak hanya melibatkan Mandalajati, tetapi juga kecamatan sekitar seperti Cibeunying Kaler, Arcamanik, Antapani, dan Batununggal.
“Alhamdulillah, di Hari Pahlawan ini kami bisa memfasilitasi 20 anak untuk khitan gratis. Meski ada sedikit keterbatasan bangunan, semoga membawa berkah,” ujar Evy.
Ia juga memuji kesabaran para orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka.
“Tangisan tadi wajar. Tapi insyaallah pulangnya mereka senang karena dapat hadiah dan oleh-oleh,” tuturnya.
Program Ngadoor kembali menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik Pemkot Bandung semakin dekat dengan warga, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan yang ramah, merata, dan penuh kebermanfaatan.**





