Pemkot Bandung dan Bogor Perkuat Kolaborasi dan Berbagi Ilmu Tekan Stunting

Rabu, 20 Agu 2025 15:49 WIB
Pemkot Bandung dan Bogor Perkuat Kolaborasi dan Berbagi Ilmu Tekan Stunting

Brilian•BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima kunjungan kerja Pemkot Bogor terkait penanganan dan pencegahan stunting di Balai Kota Bandung, Rabu 20 Agustus 2025. Pertemuan ini menjadi ajang berbagi pengalaman serta praktik baik antar kedua daerah dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting.

Sebagai meta description, kolaborasi Bandung dan Bogor menunjukkan komitmen bersama untuk mempercepat penurunan stunting dengan strategi inovatif, mulai dari penguatan data hingga keterlibatan dunia usaha dan komunitas.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyambut langsung rombongan yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Dalam sambutannya, Erwin menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif, kesehatan jangka panjang, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Penanganan stunting bukan hanya urusan kesehatan, melainkan juga isu pembangunan yang memerlukan keterlibatan lintas sektor,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Pemkot Bandung, lanjut Erwin, telah melaksanakan berbagai langkah, mulai dari penguatan data melalui Electronic Human Development Worker (EHDW), pemberdayaan Posyandu, peningkatan cakupan pemberian makanan bergizi, hingga kolaborasi dengan dunia usaha melalui program CSR. Pemkot juga mendorong peran PKK, akademisi, dan komunitas masyarakat agar upaya pencegahan stunting berjalan menyeluruh dan berkesinambungan. “Namun, kami menyadari persoalan stunting tidak bisa diselesaikan sendiri. Kunjungan dari Kota Bogor ini sangat bermanfaat untuk memperkaya wawasan sekaligus membuka ruang sinergi,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, berbagi strategi yang telah dijalankan di wilayahnya. Menurutnya, penurunan angka stunting di Bogor berjalan efektif berkat keterlibatan ASN, swasta, dan masyarakat. “Kami punya program satu kilo telur per bulan dari ASN, dan swasta menambahkan dengan telur serta ayam per minggu. Ternyata, intervensi swasta lebih cepat menurunkan angka stunting,” ungkap Jenal. Ia juga menyampaikan rencana inovasi, di antaranya mengajak anggota dewan menjadi “Bapak Asuh Stunting” di setiap kelurahan, serta memperluas peran hotel dan restoran dalam membantu keluarga rawan stunting.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Bandung, Anhar Hadian, turut menjelaskan berbagai langkah yang ditempuh di Bandung. Di antaranya rencana pemberian insentif kepada fasilitas umum yang menerapkan larangan merokok, peningkatan jamban sehat, hingga penanganan penyakit penyerta yang menjadi faktor risiko stunting. Target penurunan stunting dalam RPJMD 2025 ditetapkan pada angka 20,54 persen, namun pihaknya memiliki target bayangan (shadow target) yang lebih baik. “Kami ingin memastikan setiap inovasi yang diinisiasi di tingkat kecamatan benar-benar berjalan konsisten. Untuk itu, dilakukan penilaian dan asesmen agar ide tidak hanya berhenti di konsep, tetapi diimplementasikan,” jelasnya.

Pertemuan ini juga membahas tantangan pola asuh anak, kesadaran keluarga dalam perilaku hidup sehat, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat pencatatan dan pelaporan data stunting. Anhar menambahkan, pentingnya patroli kesehatan yang melibatkan mahasiswa, kader, hingga masyarakat agar bantuan pangan tambahan (PMT) tepat sasaran.

Baik Bandung maupun Bogor akhirnya sepakat memperkuat kolaborasi dalam mempercepat penurunan stunting, sebagai wujud komitmen dua kota dalam meningkatkan kualitas generasi mendatang.**

Pos terkait