Pemkot Bandung dan Balai Bahasa Jajaki Kerja Sama Penguatan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah

Selasa, 20 Mei 2025 17:40 WIB
Pemkot Bandung dan Balai Bahasa Jajaki Kerja Sama Penguatan Bahasa Indonesia dan Pelestarian Bahasa Daerah

Brilian•BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat menjajaki kemitraan strategis dalam upaya memperkuat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik, sekaligus mendorong pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda.

Audiensi antara kedua pihak digelar di Balai Kota Bandung, Selasa, 20 Mei 2025. Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, menyampaikan pentingnya membangun ekosistem kebahasaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penggunaan bahasa Indonesia yang benar di ruang publik bukan sekadar persoalan estetika, melainkan bagian dari tata kelola pemerintahan yang inklusif dan mencerminkan identitas bangsa. Bahasa adalah wajah pelayanan publik,” ujar Herawati di hadapan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.

Bacaan Lainnya

Herawati juga menyoroti maraknya penggunaan istilah asing dan tidak baku di berbagai elemen ruang publik di Kota Bandung. Ia menekankan perlunya penerapan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik, dokumen resmi, dan layanan digital.

Lebih lanjut, Herawati menyoroti isu krusial lainnya, yakni ancaman kepunahan terhadap bahasa daerah. Ia berharap Pemkot Bandung dapat terlibat aktif dalam revitalisasi bahasa Sunda melalui pendidikan, komunitas literasi, dan regulasi daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menyatakan kesiapan Pemkot untuk mempercepat proses kerja sama konkret dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.

“Prinsipnya kami sangat terbuka dan siap bersinergi. Hasil audiensi ini akan segera kami sampaikan kepada Bapak Wali Kota agar segera ditindaklanjuti dalam bentuk nota kesepakatan atau kerja sama lainnya,” ujar Erwin.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menambahkan bahwa Pemkot Bandung akan menindaklanjuti pertemuan ini melalui penyusunan nota kesepakatan, yang kemudian dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama teknis antarlembaga.

“Langkah ini akan membawa manfaat besar, apalagi sejalan dengan upaya penguatan karakter masyarakat Kota Bandung melalui penguatan budaya dan bahasa,” jelas Asep.

Ruang lingkup kerja sama yang dirancang mencakup pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif, pelestarian bahasa daerah, hingga program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang sangat relevan bagi sekolah internasional dan pekerja asing di Kota Bandung.**

Pos terkait