Brilian°Pasuruan – Pasca ramainya pemberitaan terkait adanya seorang Ceppu yang diduga suruhan anggota Polda Jatim, melepaskan tersangka penyalahgunaan Narkotika Jenis sabu dengan sejumlah uang hingga puluhan juta agar tidak diproses secara hukum Kasubdit II di bagian Ditresnarkoba dibuat geram.
Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya dengan judul “Terkait Pengondisian Kasus Sabu di Dusun Jatisari Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Dapat Respon Serius Dari Ditresnarkoba Polda Jatim”.

Pasalnya, keluarga korban yang tak lain orang tua korban menceritakan kejadian penggrebekan dirumahnya, namun sasaran utamanya bukan inisial (A) namun inisial (R).
“Mereka datangi rumah kami hanya beranggotakan 3 orang. Dia mengaku dari Polda Jatim. Setelah itu, benar (A) sedang kedapatan ada barang bukti dan anak saya dibawa entah kemana, yang jelas tidak ke Polda Jatim, kemudian dari salah satu Oknum tersebut menelepon saya dan memintak tebusan. Awal 50jt, turun ke 40jt, dan akhirnya turun lagi ke 25jt,” terangnya.
Lebih lanjut ayah korban menceritakan, bahwa saat permintaan uang tersebut, oknum anggota Satresnarkoba Polda Jatim memang enggan menerima, namun menyuruh untuk menaruh kedalam mobil yang berwarna hitam.
“Memang tidak menerima secara langsung, tapi kan saya disuruh untuk menaruh ke dalam mobil mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Briptu Hendra saat dikonfirmasi awak media terkait dugaan keterlibatannya mengenai dana 25jt, dirinya enggan memberikan jawaban meski whatsapp sudah centang dua. Jumat 02/06/23.
Di waktu lain, Kapolsek Purwodadi AKP Pujianto juga memberikan keterangan bahwa pihaknya serta anak buahnya tidak terlibat akan adanya penggrebekan itu.
“Semestinya sudah jelas, karna waktu saya mintai keterangan ke Ceppu atau Parihin disitu pihak keluarga ada. Dan tak lama kemudian Briptu Hendra ditelpon oleh Parihin. Beliau sempat meminta maaf dan akan menyelesaikan perkara ini,” tutur Kapolsek.
Terpisah, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jatim, melalui sambungan telephone whatsapp menyikapi akan hal ini dirinya ikut geram akan kasus yang terjadi di Purwodadi, ini merupakan pembodohan yang sistematis.
“Saya nggak ada bela-bela anggota yang melakukan kesalahan, kalau anggota saya di lapangan terbukti melakukan kesalahan, akan saya gulung habis mereka, karena itu sudah mengarah ke pembodohan yang sistematis”, tandasnya.





