Brilian°Surabaya – Isak tangis tak terbendung jatuh dari kelopak mata sang ayah, pasca mengetahui putri kesayangannya mengeluarkan busa yang keluar dari mulutnya usai diberi obat dari RS Soewandhi Surabaya.
Kejadian tersebut bermula saat WM (7) asal Kebondalem 7, dibawa ke RSUD Soewandhi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, mengingat sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.
Namun selang beberapa jam dilakukan perawatan di IGD, WM dinyatakan meninggal dunia usai diberikan salah satu obat oleh dokter yang sedang bertugas.
Kejadian tersebut dikemukakan oleh Muhammad Arif selaku ayah dari WM sembari meluapkan amarahnya di gedung RSUD Dr Soewandhi pasca mengetahui bahwasanya putri semata wayangnya meninggal dunia.
“Anak saya itu tidak apa-apa bahkan kami sempat melarang sang dokter untuk tidak memberikannya obat karena putri kami tidak mau makan, namun sang dokter tetap bersikeras memberikan obat dengan dalih sudah makan roti,” ujar Arif saat ditanya awak media (21/10).
Sementara itu, pihak perwakilan RS Soewandhi mengajak Arif bersama satu keluarganya untuk naik diberikan penjelasan oleh Wakil direktur dan dokter yang menangani.
Sampai berita ini diturunkan, pihak RS Soewandi masih belum memberikan keterangan karena ruangan yang digunakan mediasi tertutup rapat dan dijaga oleh pihak kepolisian. (kk)





