Ngeri Bos Lagi – Lagi KDRT !! Istri Babak Belur Melapor Ke POLRES Probolinggo Kota Tapi Sayang Yang Didapat Hanya Surat Pengaduan

Jumat, 19 Jan 2024 15:12 WIB
Ngeri Bos Lagi – Lagi KDRT !! Istri Babak Belur Melapor Ke POLRES Probolinggo Kota Tapi Sayang Yang Didapat Hanya Surat Pengaduan
Korban KDRT yang ingin berangkat visum. (Foto : Istimewa)

Brilian-News.id | Probolinggo,- Kekerasan dalam rumah tangga adalah kekerasan yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga, entah berada dalam keadaan sudah kawin maupun hanya sebatas kumpul kebo. KDRT umumnya dilakukan di antara orang yang sudah memiliki hubungan kekeluargaan dan umumnya terjadi pada suami-istri sah atau pasangan serumah.

Jumat 19 Januari, Uswatun Hasanah Ibu rumah tangga paru baya telah di aniaya oleh suaminya diperkirakan pukul 08.00 WIB.

Menurut keterangan dari korban, “Sol Sudah lama pisah ranjang, Sol keluar dari rumah sudah lebih dari satu bulan dan satu minggu lalu Solehudin pulang ke rumah di Ketapang, tadi pagi saya meminta uang yang dipinjam suami untuk membayar angsuran, tiba tiba dia marah dan kami debat, tiba – tiba Solehudin menghajar saya habis – habisan”, jelasnya sembari menangis kesakitan menahan lukanya.

Bacaan Lainnya

Karena tidak kuatnya terlalu sering dianiaya, pada saat itu Pukul 09.00 WIB dengan adanya KDRT, Ana telah melaporkan kejadian tersebut ke POLRES Probolinggo kota.

Dengan kesiap siaga POLRES Probolinggo Kota, proses langsung mendapat penanganan khusus dari pihak berwajib dan Ana langsung menjalankan visum di RS Muhamad Saleh.

Sala satu petugas menjelaskan, ”berkas akan segera kami serahkan ke KANIT RESKRIM, nanti akan ada telefon dan dimohon pihak korban hadir”, jelasnya.

“Saya gak tau sekarang mau kemana mas, saya sudah bilang kalau saya takut mau pulang, tapi jawaban polisinya tetap melalui proses, masak saya mau njaga 24 jam”, terang korban kepada kami.

Keluarga korban berharap, meskipun pelaporan ini hanya mendapatkan surat pengaduan dari POLRES Probolinggo Kota, kami meminta POLRES Probolinggo kota segera menangkap dan memberi sangsi yang setimpal kepada pelaku KDRT dengan tujuan, agar tidak ada lagi kejadian KDRT di Probolinggo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *