Naik Hingga 62,5 Persen Selama Operasi Ketupat Laka Lantas Tangani 39 Kejadian

Kamis, 4 Mei 2023 20:06 WIB
Naik Hingga 62,5 Persen Selama Operasi Ketupat Laka Lantas Tangani 39 Kejadian
Foto : Ilustrasi

Brilian°Pasuruan – Laka lantas di wilayah hukum Polres Pasuruan cederung naik. Pasalnya, dalam Operasi ketupat kali ini, Polres Pasuruan selama 14 hari sudah berakhir. Berakhirnya Operasi Ketupat Polres Pasuruan ini pada Senin (1/5/2023) kemarin. Data kecelakaan Polres Pasuruan yang berhasil dihimpun selama berlangsungnya Operasi Ketupat terdapat 39 kejadian.

Dari hasil Prosentasi data kecelakaan naik menjadi 62,5 persen. Dari 62,5 persen ini naik dibandingin pada tahun sebelumnya, yaitu sekitar 24 Kejadian kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Dalam kejadian kecelakaan kali ini, Kerugian material ditaksir mencapai Rp. 33.750.000. Dari kerugian yang ada kali ini. Dikarenakan 39 kejadian kecelakaan ini yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia. Dan 69 orang mengalami luka ringan.

Bacaan Lainnya

“Jadi untuk perbandingan tahun ini dengan tahun kemarin. Kejadian laka lantas cukup naik. Di tahun kemarin total 24 kasus dan untuk saat ini naik 39 kasus kecelakaan. Analisa dalam kejadian ini, untuk korban meninggal dunia sedikit naik. Namun untuk luka berat menurun dan yang mengalami peningkatan saat ini adalah luka ringan,” Jelas Ipda Kunaefi. Kanit Laka Polres Pasuruan saat dikonfirmasi Brilian-news.id di ruang kerjanya, Kamis (4/5/2023).

Lanjud Kunaefi ia menjelaskan, bahwa potensi naik untuk kecelakaan saat ini di wilayah Kecamatan Gempol. Dari total yang ada saat ini, mencapai 10 kasus Kecelakaan dan 5 kasus kecelakaan yang berada di Kecamatan Purwosari.

Dalam rangka Operasi Ketupat beberapa waktu lalu, kecelakaan banyak didominan rentan dengan usia mulai dari umur 16 hingga 30 Tahun, dengan total kasus sebanyak 28. Sedangkan dalam kasus kecelakaan molai dari mahasiswa sebanyak 14 orang, satu orang PNS dan peringkat tertinggi yakni di profesi pegawai Swasta dengan sebanyak 28 orang.

“Jadi faktor utama yang menjadi masalah timbulnya kecelakaan laka lantas disebabkan pengemudi yang sering melebihi batas kecepatan. Ada juga didominasi pengendara legah. Maka masih banyak kurangnya dan juga pengertian mendahului, tidak memberikan prioritas berkendara, tidak tertib saat berlalu lintas dan terakhir tata cara berlalu lintas,” bebernya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *