16 Kali Disuntik Vaksin Covid-19
Brilian*Sulawesi Utara – Kepolisian Resor Pinrang masih mendalami pengakuan warga Kecamatan Watang Sawito, Abdul Rahim yang mengaku sudah 16 kali disuntik vaksin Covid-19. Kasus ini menjadi perhatian setelah viral di media sosial (medsos).
Kepala Kepolisian Sektor Watang Sawito, Ajun Komisaris Muh Yusuf Badu mengatakan, pengakuan Abdul Rahim yang sudah 16 kali disuntik vaksin Covid-19 kini sudah diambil alih Reserse Kriminal Polres Pinrang. Selain itu, kata Yusuf, Abdul Rahim juga sudah diserahkan ke Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.
“Koordinasi di Reskrim (Polres Pinrang) ya, karena sudah dilempar di sana. Di Satgas Covid juga ada di sana,” ujar Yusuf kepada awak media ini, Selasa (21/12).
Terpisah, Kepala Polres Pinrang, Ajun Komisaris Besar Arief Sugiarto mengatakan, saat ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) masih melakukan penanganan dan penyelidikan pengakuan Abdul Rahim yang 16 kali disuntik vaksin Covid-19. Arief belum bisa memberikan keterangan lengkap karena pihaknya masih mengumpulkan keterangan.
“Sementara masih dalam penanganan dan penyelidikan oleh Satreskrim untuk tindaklanjut. Sementara belum bisa berikan keterangan lengkap, karena masih dipelajari dan dikumpulkan keterangan,” tuturnya.
Dia menambahkan perlu pembuktian lebih dalam terkait pernyataan Abdul Rahim yang 16 kali disuntik vaksin Covid-19. “Perlu validitas pernyataan dari orang yang bersangkutan,” jelasnya pada awak media.
Warga Pinrang Mengaku 16 Kali Disuntik Vaksin Covid-19
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pinrang menelusuri lebih dalam sosok warga Kecamatan Wattang Sawito, Abdul Rahim yang viral karena mengaku sudah 16 kali disuntik vaksin Covid-19. Dinkes Pinrang menduga Abdul Rahim mengalami gangguan kejiwaan.
Kepala Dinkes Pinrang, Dyah Puspita Dewi mengatakan berdasarkan informasi dari pihak keluarga, sosok Abdul Rahim memiliki gangguan kejiwaan. Meski demikian, pihaknya masih perlu mendalami terkait informasi tersebut dengan melibatkan dokter kejiwaan.
“Ini menurut keluarganya memang orang ada gangguan jiwanya. Jadi perlu diselidiki dulu kalau kejiwaannya ya pasti juga nanti dilibatkan dokter pemeriksa apakah betul seperti pernyataan keluarganya,” ujarnya kepada media ini, Selasa (21/12).
Dyah mengatakan jika sudah ada hasil pemeriksaannya, selanjutnya pihaknya akan mencari tahu siapa saja warga yang pernah menitipkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ataupun Kartu Keluarga (KK) untuk digantikan menjalani vaksinasi.
“Dan kalau tidak ada gangguan jiwa, selanjutnya orang yang menitipkan KTP-nya kan harus juga dicari tahu. Rasanya enggak masuk akal sampai mau bayar Rp800 ribu ya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Watang Sawitto, Ajun Komisaris Muhammad Yusuf Badu mengaku pihaknya sudah memeriksa Abdul Rahim. Berdasarkan pengakuan Abdul Rahim, kata Yusuf, dia mengakui berulang kali disuntik vaksin.
“Dia datang didampingi keluarganya. Dia bilang sering kali (divaksin),” tuturnya.
Meski Abdul Rahim mengaku telah sering kali disuntik vaksin, polisi tak langsung mempercayai. Pasalnya, keterangan Abdul Rahim sering berubah-ubah.
“Keluarganya juga bilang ada gangguan kejiwaan. Jadi kami tidak lakukan penahanan,” pungkasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.





