Manaqiban Rutin Jam’iyah Al Mustaghitsin Al Utsmaniyah

Kamis, 16 Jun 2022 14:41 WIB
Manaqiban Rutin Jam’iyah Al Mustaghitsin Al Utsmaniyah

Brilian°Surabaya – Dengan mengingat dan menceritakan kehidupan para auliya’illah, karomah-karomahnya semasa hidup sampai wafat beliau, kepada kaum muslim khususnya keluarga kita, keberkahan dunia wal akhirat akan kita dapatkan.

Kegiatan pembacaan manaqib beografi Syech Abdul Qodir Al jailani, seorang wali yang legendaris. Membaca manaqib berarti membaca sejarah hidup seseorang yang di kenal kebaikannya, budi pekerti yang bisa di jadikan suri tauladan bagi generasi setelahnya.

Kebahagian, kesenangan menjadi satu yang di rasakan oleh majlis Al mustaghitsin Al utsmaniyah ketika acara manaqiban ini terlaksana lagi, sebab kurang lebih 2 sampai 3 tahun fakum di karenakan pandemi covid 19 melanda Indonesia. Rabu (15 – 6 – 2022)

Acara yang di mulai pada pukul 7 malam (Ba’dah isya’), bertempat di jalan sepanjang kapas baru gang 5 kel. Kapasmadya baru kec. Tambaksari kota surabaya. Turut hadir Kh. Mashduqi pengasuh pondok pesantren tahsinul akhlaq bahrul ulum (rangkah),bapak RW 07, bapak RT 08, Sesepuh dan warga kapas baru serta majlis Al Ukhuwah.

Di awali dengan pembacaan istighosah, Dzikir, sholawat Nabi di pimpin serta dibacakan oleh Jam’iyah Al mustaghitsin Al Utsmaniyah, di lanjutkan dengan mauidhotul hasanah oleh Kh. Mustofa dari Surabaya.

KH. Mustofa menjelaskankan karomah syech Abdul Qodir Al Jailani dalam ceramah nya. “Salah satu kemulyaan, karomah Syech Abdul Qodir Al jailani ketika masih bayi tidak mau disusui pada siang hari dalam bulan ramadhan, sampai dikatakan orang – orang pada waktu itu kalau ingin menandai bulan Ramadhan, diajaklah Syech abdul qodir Al jailani mau di susui apa tidak, kalau mau di susui berarti belum bulan Ramadhan tapi kalau tidak mau di susui berarti bulan Ramadhan.
Allah SWT mengangkat hambanya untuk dijadikan Wali (kekasih Allah) bukan karena banyak sholatnya, bukan karena banyak puasanya akan tetapi Allah SWT melihat hati seorang hambanya bersih dari penyakit – penyakit hati, iri, dengki, sombong terhadap sesama. Hablum minallah wa hablum minannas (hubungan baik dengan Allah dan hubungan baik dengan sesama manusia) harus istiqomah serta di jaga.” penjelasan Dalam ceramah agama tersebut.

Kemudian acara di tutup dengan pembacaan doa yang di sampaikan oleh Maulana Kh. Mashduqi pengasuh pondok pesantren tahsinul akhlaq bahrul ulum (rangkah).

Harap korlap M. Rofik (Choliq). “Semoga kegiatan ini menjadi istiqomah dan mendapatkan ridho Allah SWT, mendapat keberkahan dari Syech abdul qodir Al jailani bagi seluruh majlis yang hadir maupun yang tidak hadir, khususnya warga kapas baru.” Tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *