Kejurcab Orado Bandung Jadi Ajang Lahirnya Atlet Domino dan Peluang Industri Baru ㅤ

Minggu, 29 Mar 2026 18:26 WIB
Kejurcab Orado Bandung Jadi Ajang Lahirnya Atlet Domino dan Peluang Industri Baru ㅤ

Brilian•BANDUNG – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai gelaran Kejuaraan Cabang atau Kejurcab Orado Kota Bandung.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga penanda bahwa olahraga domino mulai naik kelas dari permainan rakyat menjadi cabang olahraga yang menjanjikan prestasi dan peluang ekonomi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga domino.

Farhan menilai, domino memiliki potensi besar dalam membentuk karakter, melatih strategi, serta memperkuat interaksi sosial masyarakat.

Ketua Bidang Humas PB Orado, Henry Kurnia Adhi Sutikno atau yang dikenal sebagai John LBF, menyampaikan bahwa domino kini tidak lagi sekadar permainan santai.

Menurutnya, sejak dideklarasikan pada 7 Januari 2026, olahraga domino berkembang pesat hingga terbentuk di 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota di Indonesia.

“Ini olahraga yang melatih strategi, membaca situasi, dan konsentrasi tinggi. Tidak bisa dimainkan asal-asalan,” ujar John di hadapan peserta di Gelanggang Generasi Muda, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Sabtu 28 Maret 2026.

John menilai, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa domino memiliki daya tarik luas dan mudah diterima berbagai kalangan.

Hal menarik lainnya, domino tidak hanya menghadirkan ruang kompetisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Berbagai sektor pendukung seperti meja permainan, merchandise, hingga produk kreatif lainnya dinilai berpotensi menggerakkan UMKM.

“Target kami bukan hanya prestasi, tapi juga bagaimana olahraga ini bisa menjadi sport industry yang membahagiakan banyak orang,” kata John.

Ia juga menyoroti bahwa di era digital saat ini, domino mampu mengembalikan budaya berkumpul dan bersosialisasi, terutama bagi generasi muda.

Kejurcab Orado Kota Bandung menjadi bagian dari rangkaian besar pengembangan olahraga domino di Indonesia.

Jawa Barat bahkan mencatat sejarah sebagai provinsi pertama yang menggelar Kejuaraan Provinsi, sekaligus menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional mendatang.

“Ini bukan kebetulan. Jawa Barat memang luar biasa,” ujarnya.

Para peserta Kejurcab diharapkan mampu menembus level nasional dan menjadi wakil daerah dalam ajang Kejurnas yang akan datang.

Dalam sambutannya, Muhammad Farhan menilai olahraga memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa.

“Olahraga itu bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana membentuk sportivitas, strategi, dan kepribadian,” tegas Farhan.

Menurutnya, domino memiliki kesamaan dengan olahraga seperti catur dan bridge, yang menuntut kecerdasan berpikir serta ketahanan mental.

Farhan juga melihat domino dapat menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat, termasuk dalam kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan atau Siskamling yang sedang digalakkan di Kota Bandung.

Menurutnya, permainan seperti domino bisa menjadi media interaksi warga yang efektif, memperkuat kebersamaan, sekaligus membuka ruang dialog di tengah masyarakat.

“Kalau warga berkumpul, ngobrol, bermain bersama, di situlah solusi-solusi lahir,” katanya.

Salah satu keunggulan domino adalah sifatnya yang inklusif.

Olahraga ini tidak membutuhkan biaya besar dan tidak memerlukan perlengkapan khusus, namun tetap menuntut fokus, stamina, dan strategi.

“Kalau tidak fokus, tidak akan bisa menang. Ini tetap olahraga yang serius,” ujar John.

Kejurcab ini menjadi langkah awal menuju pembinaan atlet domino di tingkat yang lebih tinggi.

Para peserta didorong untuk tampil maksimal agar dapat melangkah ke tingkat nasional.

Dengan konsep kejuaraan yang semakin profesional, termasuk melibatkan publik figur dan panggung yang lebih menarik, Orado optimistis domino akan menjadi salah satu olahraga populer di Indonesia.**

Pos terkait