Lomba Baris Berbaris di Lumajang: Membentuk Generasi Disiplin, Kompak, dan Berkomitmen

Kamis, 14 Agu 2025 15:51 WIB
Lomba Baris Berbaris di Lumajang: Membentuk Generasi Disiplin, Kompak, dan Berkomitmen
Foto : Dok. Kominfo Lumajang/Andika

Lumajang°Brilian-news.id,-Ratusan langkah tegap menggema di jalan-jalan pusat kota Lumajang saat Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) bersama Wakil Bupati, Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) melepas peserta Lomba Baris Berbaris untuk memeriahkan peringatan ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Stadion Semeru Lumajang, Rabu (13/8/2025).

Di balik kemeriahan itu, lomba ini menjadi sarana mendidik karakter generasi muda agar menghargai keteraturan, menjunjung kerja sama, dan memegang teguh komitmen pada tugas, serta nilai-nilai yang menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang beradab dan berdaya saing.

Mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, kegiatan ini diikuti 115 regu dari berbagai kalangan. Untuk jenjang SMA/SMK/MA sederajat tercatat 79 regu, terdiri dari 29 regu putra dan 50 regu putri. Sementara kategori umum diikuti oleh 36 regu, mencakup 30 regu putra dan 6 regu putri, termasuk 28 regu dari Perangkat Daerah (PD) serta satu regu dari Kecamatan Randuagung.

Bacaan Lainnya

Bupati Indah Amperawati menegaskan bahwa baris-berbaris bukan sekadar kompetisi, tetapi pembelajaran hidup yang sarat makna.

“Keteraturan langkah, kekompakan gerakan, dan kepatuhan pada aba-aba adalah cermin disiplin yang akan berguna sepanjang hidup. Inilah cara kita menanamkan mental juang, rasa hormat terhadap aturan, dan cinta tanah air pada generasi muda,” ujarnya.

Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menambahkan, bahwa latihan baris-berbaris melatih setiap individu untuk menyesuaikan diri dengan ritme kelompok tanpa kehilangan peran masing-masing.

“Dari sini kita belajar kebersamaan, saling menghargai, dan menjaga harmoni. Nilai-nilai ini sangat relevan dalam membangun masyarakat yang solid dan siap bersaing,” katanya.

Perlombaan dimulai di Stadion Timur dan berakhir di depan Kampus Universitas Jember (UNEJ) Lumajang. Dengan jarak tempuh sekitar 3,4 kilometer, peserta melewati jalur utama kota sambil menjaga ketepatan formasi dan langkah. Penyesuaian jarak dilakukan dari pelaksanaan sebelumnya untuk menghindari kemacetan di kawasan Jalan Veteran.

Sepanjang rute, sorak-sorai warga mengiringi setiap regu yang berbaris tegap dan kompak. Dukungan masyarakat ini bukan sekadar memberi semangat, tetapi juga menjadi pengakuan bahwa keteraturan, kerja sama, dan komitmen adalah nilai yang layak dirayakan.

Lomba baris-berbaris di Lumajang membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dibangun di ruang publik, melalui kegiatan yang menyenangkan namun sarat nilai. Kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab yang diasah di lapangan akan terbawa hingga ke ruang kelas, lingkungan kerja, dan kehidupan bermasyarakat.

Dengan mempertahankan tradisi ini, Lumajang menegaskan bahwa membangun bangsa dimulai dari langkah-langkah teratur, kekompakan yang terjaga, dan komitmen yang kokoh yang merupakan modal utama bagi generasi yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.

 

Dsr

Pos terkait