LIBATKAN KOMUNITAS PEREMPUAN UNTUK PENGENDALIAN SAMPAH DI KAWASAN WISATA

Minggu, 9 Okt 2022 19:42 WIB
LIBATKAN KOMUNITAS PEREMPUAN UNTUK PENGENDALIAN SAMPAH DI KAWASAN WISATA

Brilian° Gresik – Puluhan perempuan dari komunitas wanita peduli silowo (Wadusil) beserta wanita peduli lingkungan wringinanom asal gresik, melakukan soslialisasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah dan pengendalian sampah plastik untuk melindungi kawasan wisata di wilayah desa mandirejo kecamatan merakurak kabupaten tuban.

Kegiatan ini di inisiasi Kepala Desa Mandirejo Bapak Supriadi untuk memberikan pemahaman pengelolaan sampah di kawasan wisata. Minggu (9/10/2022).

Direktur Eksekutif Ecoton Dr. Daru Setyorini M.Si., dalam materinya menyampaikan  tentang kondisi lingkungan yang saat ini tercemar oleh sampah dan plastik. Sungai di sekitar kita sudah penuh dengan plastik dan membebani lingkungan kita. Pelayanan untuk persampahan hanya mencakup 30%, jadi msayarakat membuang sampah ke sungai di bakar dan nantinya akan bermuara ke laut dan akan mencemari pesisir pantai dan melilit mangrove, sehingga hal itu menyebabkan generasi penerus kita tidak dapat menikmati pantai yang indah.

“Dampaknya adalah genersai penerus kita yang akan menanggung akibatnya , karena tidak bisa menikmati sungai yang bersih, pantai yang indah dan melihat banyaknya ikan ikan di perairan. Salah satu contohnya adalah tas krasek hanya kita pakai tidak lebih dari 5 menit, tetapi dampaknya ratusan tahun, karena plastik tidak bisa terurai oleh alam, saat ini plastik sudah mencemari ikan dan air kita, hasil penelitian yang kami temukan adalah ikan dan air setelah diteliti ikan tersebut mengkonsumsi plastik dan mereka akan mengalami kekenyangan palsu yang menyebabkan ikan tidak lagi mampu mengkonsumsi makanan lain karena di dalam tubuh ikan terdapat banyak plastik.” Jelasnya.

Daru Setyorini menambahkan, “Pembakaran sampah plastik akan menghasilkan senyawa beracun yang bernama Dioksin penyebab Kanker. Plastik juga menyebabkan ganguan sistem hormon pada manusia yang mengakibatkan menapaus dini, senyawa phalate terdapat di dalam plastik yang akan menggagu sistem dan organ reproduksi manusia. Kita harus merubah stikma tentang plastik bahwa plastik tidaklah baik untuk lingkungan dan plastik dapat mencemari lingkungan kita. Solusi yang bisa kita lakukan adalah mengurangi pemakaian plastik sekali pakai dalam aktifitas sehari hari, seperti membawa tas belanja guna ulang atau tas kranjang, membawa tumbler dan tidak memakai sedotan.” Tutupnya

Christa Nooy Konsultan dari Makara Belanda menyampaikan pengalamanya di negara belanda, “bahwa setiap toko sudah tidak menyediakan plastik, mereka juga akan memberikan potongan harga untuk pengunjung yang membawa tempat dari rumah, disana banyak toko refil sehingga jika kita belanja sesuatu, kita tidak membali kemasannya tetapi hanya bahan atau isinya saja.” Terangnya

Dalam kegiatan tersebut, pada sesi lain acara, ibu Dita Fauzi anggota komunitas perempuan peduli silowo juga memberikan bimbingan untuk memanfaatan produk dari hasil sumberdaya alam di sekitar lokasi di silowo seperti aneka olahan dari sagu yang bisa menjadi beberapa makanan yaitu : Pentol sagu, bubur sagu, gendos dan krupuk sagu.

“Hal ini membantu dalam segi perekonomian warga ketika olahan tersebut menjadi oleh oleh dan di jual ke pengunjung wisata.” Harapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *