Mahasiswa USB YPKP Bandung Juara 1 Nasional di Bali Lewat Inovasi Pertanian Cerdas

Sabtu, 18 Apr 2026 17:05 WIB
Mahasiswa USB YPKP Bandung Juara 1 Nasional di Bali Lewat Inovasi Pertanian Cerdas

Brilian•BANDUNG – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Sangga Buana atau USB YPKP Bandung di tingkat nasional.

Tim mahasiswa Program Studi Teknik Elektro berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Cipta Teknologi atau LKCT Nasional yang digelar di Universitas Udayana, Bali, pada 11 April 2026.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa USB YPKP Bandung mampu bersaing dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka dari seluruh Indonesia.

Tim peraih juara terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Elektro, yakni Ardi Hidayat angkatan 2024, Gumilar Maulana Shidiq angkatan 2024, dan Taufiq Ismail angkatan 2025.

Ketiganya membawa gagasan inovatif di sektor pertanian melalui pengembangan sistem otomasi dan pemantauan berbasis computer vision.

Inovasi tersebut mendapat perhatian dewan juri karena dinilai relevan dengan kebutuhan industri pertanian modern yang semakin membutuhkan efisiensi, akurasi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Karya yang dikembangkan tim Teknik Elektro USB YPKP Bandung berfokus pada pemanfaatan teknologi visual cerdas untuk mendukung sistem pertanian modern.

Melalui sistem tersebut, proses pemantauan dan pengelolaan tanaman dapat dilakukan secara otomatis dengan bantuan sensor dan analisis visual.

Teknologi ini dirancang untuk membantu melihat perkembangan pertumbuhan tanaman sekaligus mendeteksi hama secara lebih cepat.

Dengan cara tersebut, inovasi ini diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas dan menekan potensi kesalahan yang kerap terjadi dalam proses manual.

LKCT sendiri merupakan ajang kompetisi yang mendorong mahasiswa menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan di masyarakat melalui karya cipta berbasis teknologi.

Dalam perlombaan ini, peserta tidak hanya dituntut memiliki gagasan kreatif, tetapi juga mampu menyusun konsep implementasi, menjelaskan manfaat inovasi, hingga mempresentasikan karya secara sistematis di hadapan dewan juri.

Ketua tim, Ardi Hidayat, mengatakan proses menuju kemenangan tidak berlangsung mudah.

Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi pengalaman pertama bagi tim untuk tampil di ajang nasional, sehingga seluruh anggota harus beradaptasi dengan ritme persiapan yang lebih serius dan terukur.

Mereka harus membagi waktu antara perkuliahan, riset, penyusunan proposal, pengembangan sistem, hingga latihan presentasi.

“Pengalaman pertama ini menjadi pembelajaran besar bagi kami, terutama dalam menyatukan berbagai ide dan cara berpikir dalam tim,” ujar Ardi.

Ardi menjelaskan, tantangan terbesar bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga bagaimana menyelaraskan sudut pandang setiap anggota tim.

Dalam proses pengembangan karya, masing-masing anggota memiliki ide, pendekatan, dan cara kerja yang berbeda.

Namun, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan ketika mampu dikelola menjadi kolaborasi yang produktif.

Dari sisi teknis, tim juga harus mempelajari berbagai hal baru yang berkaitan dengan pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan.

Mereka mendalami penerapan machine learning, pengolahan citra digital, hingga integrasi perangkat keras dan lunak agar sistem dapat berjalan sesuai konsep yang dirancang.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian tinggi serta pengujian berulang agar inovasi yang dipresentasikan benar-benar siap dipertanggungjawabkan di hadapan juri.

Tim menargetkan karya tersebut tidak berhenti pada tahap prototipe.

Ke depan, inovasi itu diharapkan dapat diwujudkan menjadi sistem greenhouse terintegrasi yang diterapkan secara nyata.

Jika pengembangan berjalan optimal, sistem tersebut berpotensi digunakan dalam skala lebih besar, termasuk di lingkungan kampus sebagai laboratorium pembelajaran dan riset mahasiswa.

Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan para dosen.

Tim menyampaikan apresiasi atas arahan dari Nina Lestari, S.T., M.T., yang memberikan masukan penting menjelang sesi presentasi.

Selain itu, dosen wali Ketut Abimanyu, S.T., M.T., juga disebut aktif membuka ruang diskusi serta memberikan dorongan moral selama proses persiapan lomba.

Bagi tim, kehadiran dosen bukan hanya sebagai pembimbing akademik, tetapi juga penyemangat agar mahasiswa percaya diri membawa nama kampus di tingkat nasional.

“Jangan cepat puas dengan pencapaian ini. Kami ingin terus berkembang dan membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Elektro juga bisa berprestasi,” kata Ardi.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di lingkungan USB YPKP Bandung.

Keberhasilan tim Teknik Elektro menunjukkan bahwa peluang berprestasi terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan belajar, keberanian mencoba, dan semangat berkolaborasi.

Tim juga berharap semakin banyak mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas aktif mengikuti ajang serupa.

Mereka menilai kolaborasi lintas disiplin ilmu dapat melahirkan gagasan yang lebih kaya dan solutif.

Perpaduan keahlian teknik, bisnis, komunikasi, maupun bidang lainnya diyakini mampu menciptakan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Capaian Juara 1 LKCT Nasional ini menambah daftar prestasi mahasiswa Universitas Sangga Buana YPKP di tingkat nasional.

Kampus berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bersama untuk terus menumbuhkan budaya riset, kreativitas, dan inovasi di kalangan mahasiswa.

Dengan semangat tersebut, USB YPKP Bandung optimistis dapat terus melahirkan generasi unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.**

Pos terkait