Brilian°surabaya. Beraneka jajanan dan minuman di surabaya banyak yang hilang, musnah di telan jaman. Tewol, gedang godok, klanting, srawot, ketan, bubur putih, semanggi, rangin, dan lain-lain.
Rangin jajanan surabaya yang masih bertahan sampai sekarang, jajanan ini di minati banyak orang. Dengan rasa manis yang bercampur dengan kenyal, empuk dan gurih.
Dengan memikul pak Wito berjualan jajanan Rangin mengelilingi Surabaya utara, sambil berhenti sejenak di tempat yang biasanya, tepatnya di Jl. Kapas madya kel. Kapasmadya baru kec. Tambaksari surabaya.
” Kulo sadean jajan Rangin niki pun awes, kiro – kiro rong puluh taon. Enggeh muter – muter kampong ten mriki (Saya berjualan jajan Rangin ini sudah lama, kurang lebih Dua puluh tahun. Ya mutar – mutar kampung di sini), mas. Ungkap pak Wito kepada media
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga pak wito rela jalan kaki sambil mengelilingi jalan raya, kampung sambil menjajakan dagangannya.
“Sedino kulo namung angsal yotro setunggal atos ewu, enggeh kadang angsal setunggal atos seket ewu. Tapi nek pun cuacane Jawa, angsal yotro seket ewu mawon angel, mas”(satu hari saya hanya dapat uang seratus ribu, ya kadang dapat seratus lima puluh ribu. Tapi kalau cuacanya hujan, dapat uang lima puluh ribu aja sulit), keluhnya.
Semangat dan kerja keras pak wito perlu kita contoh, meskipun di masa pandemi covid 19 belum berakhir dan masih berlakunya ppkm di kota ini. (Choliq)





