Kepala BNPT Adakan Dialog Tentang Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Pasuruan

Kamis, 17 Feb 2022 11:10 WIB
Kepala BNPT Adakan Dialog Tentang Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Pasuruan
Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar M,H., saat mendatangi Pondok Pesanten Al-ikhlas Ketapan Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, KH. Makhrus Ali.

Brilian°Pasuruan – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jendral Polisi Dr Boy Rafli Amar M,H., menghadiri dalam acara dialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme di Provinsi Jawa Timur yang di fasilitasi oleh KH. Makrus Ali dan dilaksanakan di aula pondok Al-ikhlas Ketapan Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, Rabu 16/2/2022.

Dalam acara tersebut, Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar M,H, mengatakan, banyak dialog-dialog terutama berkaitan dengan program-program pencegahan penyebarluasan paham radikal terorisme, karena kita mengetahui bahwa kaitan masalah narasi-narasi yang dibangun oleh mereka yang terkait jaringan radikal terorisme, ini adalah termasuk mengangkat narasi-narasi yang berkaitan dengan agama, yaitu menyalahgunakan narasi-narasi agama tentunya, oleh karena itu kita memohon penguatan pada para alim ulama jangan sampai peserta didik kita, masyarakat kita kemudian terpapar dan tidak terasa ikut dalam alur pikiran dari jaringan terorisme.

“Oleh karena itu dengan dukungan para alim ulama kami berkeyakinan para kiyai yang ada yang pada umumnya para pimpinan pondok pesantren bisa menjaga para santri dan santriwati kita dari berbagai kesempatan yang mungkin dapat terpapar paham radikal terorisme,” ucapnya.

“Kami juga menerima masukan-masukan kerjasama terutama dalam meningkatkan kecintaan kepada tanah air, ini adalah sesuatu yang tentunya perlu terus kita gaungkan bersama bagaimana dikalangan pondok pesantren, para alim ulama juga ikut aktif didalam kegiatan-kegiatan untuk membangun semangat cinta kepada tanah air, karena terprinsip Hubbul Wathon Minal Iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman), Sebagaimana yang di contohkan oleh ulama-ulama leluhur bangsa kita yang tentunya berasal dari jawa timur seperti misalkan KH. Hasyim Asyari yang dalam konteks membangun semangat kecintaan kepada Negara itu bagian dari iman dengan kita sampaikan, kita berikan penjelasan-penjelasan kepada para santri-santri kita,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *