Brilian•Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengirimkan bantuan untuk korban erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bantuan yang dikirim mencakup logistik pangan, kebutuhan primer dan sekunder.
Sekretaris Daerah (Sekda) Marullah Matali, menyampaikan bantuan yang akan dikirim ke Lumajang merupakan kolaborasi Pemprov DKI dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT).
“Mudah-mudahan ini bisa menggerakkan seluruh warga, khususnya di DKI dan di seluruh provinsi juga dapat menunjukkan budaya hidup yang saling bersahabat, saling membantu dalam kesulitan, dan saling tolong menolong,” ucap Marullah di Balai Kota, Jumat (10/12).
Sementara Presiden Yayasan ACT, Ibnu Khajar, menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk meringankan beban para korban erupsi Semeru. “Semoga kita bersama-sama tidak lelah dalam kebaikan ini. Semoga aktivitas kebaikan ini terus digerakkan di masyarakat Jakarta. Kami yakin betul Jakarta sebagai kota kolaborasi jadi inspirasi sebaik-baiknya bagi wilayah lain,” ucap Ibnu Khajar.
Sebelumnya Pemprov telah mengirim 91 orang ke Lumajang Jawa Timur, untuk misi kemanusiaan atas bencana erupsi Gunung Semeru. Dalam misi kali ini, nilai bantuan Pemprov kepada warga terdampak kurang lebih Rp1 miliar.
“Kurang lebih senilai Rp1 miliar lebih, untuk sementara itu yang dapat kami bantu,” ucap Riza di Balai Kota, Senin (6/12).
Nilai bantuan tersebut berupa kasur, kebutuhan pokok para pengungsi seperti sembako, dan kebutuhan sandang. Kemudian, Riza merinci, 91 orang perwakilan Pemprov DKI yang dikirim ke Lumajang terdiri dari anggota Dinas Kesehatan, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan Dinas Perhubungan.
Riza pun mengajak seluruh warga Jakarta agar turut serta membantu warga terdampak erupsi Gunung Semeru, dengan bentuk bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami mengajak juga seluruh warga Jakarta untuk berpartisipasi membantu memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Banyak yang bisa dibantu kebutuhan-kebutuhan yang saat ini dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di lokasi bencana,” ajak Riza.
Secara terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat awan panas guguran (APG) Gunung Semeru bertambah tujuh orang. Total korban meninggal dunia menjadi 22 orang.
Jumlah 22 korban meninggal dunia tersebar di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. 14 orang tercatat meninggal di Kecamatan Pronojiwo. Sementara korban jiwa di Kecamatan Candipuro, 8 orang.
Di Pronojiwo, masih ada 5 orang yang belum teridentifikasi. Kemudian, 2 orang ada di RSUD Pasirian dan 3 orang lainnya ditemukan di RT 16 RW 5 Curah Kobokan pukul 14.15 WIB.
Sembilan korban meninggal dunia di Kecamatan Pronojiwo yang sudah terindentifikasi telah dimakamkan. Sementara dari total 8 korban meninggal dunia di Kecamatan Candipuro, 1 di antaranya belum teridentifikasi.
Seperti diketahui, Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran pada Sabtu (4/12).





