Brilian•Jakarta – Pemerintah terus fokus mengejar target 70% populasi penduduk menerima vaksin dosis pertama. Sasaran ini diharapkan tercapai pada akhir Desember 2021.
“Sekali lagi pemerintah menegaskan bahwa vaksin adalah hak setiap warga negara dan tidak akan dipungut biaya bagi target penerimanya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dalam saluran youtube Sekretariat Presiden, Jumat(19/11).
Wiku menjelaskan, terdapat opsi untuk memperluas cakupan vaksinasi, utamanya pada vaksin dosis ketiga atau booster di luar tenaga kesehatan. Namun, untuk ini masih diperlukan kajian terlebih dahulu. Saat ini tengah dilakukan pengkajian data hasil sero prevalensi yang tengah dilakukan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.
Pemerintah sudah menyuntikkan 219,4 juta dosis vaksin. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Kompas100 CEO forum dalam siaran youtube Harian Kompas, Kamis(18/11).
“Sekarang, sampai hari ini kita sudah suntikkan 219 juta dosis. Jumlah yang tidak sedikit. Artinya menyuntik 219 juta kali itu bukan hal mudah,” kata Jokowi.
Jokowi membeberkan pada penyuntikan vaksin dosis 1 sudah mencapai 63,4%, sedangkan dosis kedua mencapai 41,4%. Capaian itu bukan hal yang mudah, karena Indonesia memiliki 17 ribu pulau.
“Jangan dibayangkan seperti negara-negara lain. Ini negara paling sulit manajemennya. Manajemen logistiknya sulit, manajemen transportasi juga sulit. Bukan hal yang mudah,” ungkapnya.
Penyuntikan 219 juta dosis vaksin adalah capaian yang baik. Jokowi pun menargetkan pada akhir tahun bisa berada pada 280-290 juta.
“Akhir tahun ini kita harapkan sudah berada di angka mungkin di 280-290 juta,” jelasnya pada awak media.





