Kalapas Malang Turun Langsung ke Blok, Dengarkan Suara Warga Binaan Untuk Perkuat Pelayanan Prima Melalui Pembagian Kuesioner

Senin, 28 Sep 2026 20:48 WIB
Kalapas Malang Turun Langsung ke Blok, Dengarkan Suara Warga Binaan Untuk Perkuat Pelayanan Prima Melalui Pembagian Kuesioner

Brilian-news.id | MALANG – Komitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan dan membangun komunikasi yang terbuka dengan warga binaan kembali diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang. Kepala Lapas (Kalapas) Malang, Christo Victor Nixon Toar, bersama jajaran pejabat struktural turun langsung ke setiap blok hunian untuk menyerahkan kuesioner kepada warga binaan sebagai ruang menyampaikan saran, masukan, apresiasi, dan harapan, Jumat sore (25/09).

Langkah ini bukan menjadi kali pertama Lapas Malang membuka ruang komunikasi secara langsung. Sebelumnya, Kalapas telah beberapa kali mengumpulkan warga binaan untuk berdialog dan mendengarkan berbagai hal yang mereka rasakan selama menjalani pembinaan. Kini, mekanisme tersebut diperkuat melalui kuesioner “Lapas Malang Mendengar” yang menjadi bagian dari evaluasi pelayanan selama 5 bulan terakhir Kalapas Christo menjabat. Melalui kuesioner, setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapat maupun aduan secara lebih leluasa, termasuk hal-hal yang mungkin tidak mudah disampaikan dalam forum terbuka.

Kuesioner memuat sejumlah aspek yang kiranya dapat menghimpun pendapat tentang pemberian dan pelaksanaan pelayanan dan pembinaan, mulai dari kemudahan memperoleh layanan, komunikasi dan sikap petugas, pelayanan kesehatan, kebutuhan dasar, keamanan dan ketertiban, program pembinaan, hingga ruang untuk menyampaikan kritik, saran, dan harapan. “Teman-teman warga binaan, tolong diisi dengan jujur. Mana pelayanan yang belum maksimal? Mana yang sudah berubah lebih baik? Agar kami dapat evaluasi yang dirasa kurang dan mempertahankan yang sudah baik. Jawaban ini besok akan saya ambil sendiri dari blok ke blok. Tolong dijaga lembar kuesioner ini, serahkan hanya kepada saya!,” tutur Kalapas kepada para warga binaan.

Bacaan Lainnya

Dengan memberikan ruang yang lebih privat dalam penyampaian masukan, Lapas Malang berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pengalaman warga binaan. Tidak hanya melalui angka penilaian, tetapi juga melalui cerita, kebutuhan, dan usulan konkret yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi jajaran. Kalapas Malang, menegaskan bahwa komunikasi langsung dengan warga binaan akan terus dijaga. Menurutnya, kehadiran kuesioner bukan untuk menggantikan dialog, melainkan melengkapi ruang komunikasi yang selama ini telah dibangun. “Kami sudah beberapa kali berdialog langsung dengan warga binaan. Namun kami memahami bahwa tidak semua hal mudah disampaikan dalam forum terbuka. Karena itu, kami membuka ruang melalui kuesioner agar warga binaan dapat menyampaikan apa yang dirasakan dengan lebih leluasa,” ujar Christo.

Ia menambahkan, setiap masukan yang disampaikan akan menjadi bagian dari proses evaluasi untuk menjaga kualitas pelayanan yang telah berjalan sekaligus melihat ruang-ruang yang masih dapat diperkuat. “Kami tidak mencari jawaban yang baik untuk kami, tetapi masukan yang jujur dari warga binaan. Kalau ada yang sudah baik, sampaikan agar bisa kami pertahankan. Kalau ada yang masih perlu diperbaiki, sampaikan juga. Karena dari suara itulah kami bisa tahu apa yang harus kami jaga dan apa yang perlu kami tingkatkan,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, Kalapas bersama jajaran tidak hanya menyerahkan kuesioner, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga binaan di masing-masing blok. Kehadiran pimpinan dan jajaran di tengah warga binaan menjadi bagian dari upaya membangun suasana komunikasi yang terbuka, humanis, dan tidak berjarak. Bagi Lapas Malang, pelayanan prima bukan sekadar memberikan layanan sesuai standar dan prosedur. Pelayanan juga membutuhkan kesediaan untuk mendengar, memahami pengalaman penerima layanan, melakukan evaluasi, serta menindaklanjuti masukan yang relevan.

Hasil kuesioner selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi jajaran Lapas Malang dalam menjaga kualitas pelayanan dan pembinaan. Masukan yang diterima juga diharapkan dapat membantu pimpinan melihat berbagai kebutuhan warga binaan dari sudut pandang yang lebih luas.“Bagi kami, warga binaan adalah Masyarakat yang berperan bukan hanya penerima layanan, tetapi juga bagian dari proses perbaikan pelayanan Lapas Malang. Jadi, jangan ragu untuk menyampaikan apa yang dirasakan. Kami hadir untuk mendengar dan bersama-sama menjaga pelayanan yang sudah baik agar menjadi semakin baik,” pungkas Christo.

Pos terkait