Brilian°Kajian – Gus Baha membahas tentang suatu doa tertentu untuk memohon rezeki yang jika dirapalkan justru tidak membuat kaya, namun malah sial.
Oleh karena itu, Gus Baha melarang untuk mengucapkan doa seperti itu. Karena jika dilakukan, bukannya mendapatkan rezeki sesuai yang diinginkan namun malah mendapatkan kesialan.
Selain itu, menurut Gus Baha doa tersebut juga tidak disukai Allah sehingga tak boleh dilakukan.
Doa memohon rezeki yang seperti apakah yang dimaksud Gus Baha?
Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan berikut, dalam kajiannya, Gus Baha menjelaskan tentang doa yang tidak disukai Allah, yaitu doa yang di dalamnya ada kalimat menggurui Allah SWT.
Gus Baha menyebut permisalannya. Jika ada orang yang sampai meminta sesuatu kepada kita, berarti orang itu husnudzon kepada kita bahwa kita dianggap bisa memberi.
Begitu juga halnya saat seseorang meminta sesuatu kepada Allah. Maka orang tersebut beriman bahwa Allah itu Maha Pemberi.
Sehebat apapun manusia, statusnya adalah sebagai seorang peminta kepada Allah SWT.
Dengan status seperti itu, maka telah ada sikap ubudiyah atau kehambaan dalam diri seseorang.
Oleh karena itu, seseorang harus menanamkan sikap kehambaan dan tidak boleh menggurui Allah dalam berdoa.
“Doa menggurui Allah itu nggak boleh. Kalau doa itu menghamba. Menghamba itu artinya ya kalo Allah mengabulkan ya monggo, enggak ya nggak papa. Orang kita ini minta, minta itu sudah bukti kita mengakui Allah itu pemberi,” ucap Gus Baha.
Menurut Gus Baha, sikap kehambaan saat berdoa bisa ditunjukkan dengan ikrar: “Ya Allah saya ini lemah, bisanya minta dan Engkau Yang Maha Kuasa bisanya memberi”.
“Nah setelah itu karena kita yakin Allah itu lebih tahu, cara mengabulkannya juga terserah Allah. Bukan terserah kita. Kalau terserah kita mungkin hal itu tidak baik untuk kita,” sebut Gus Baha.
Gus Baha kemudian memberikan contoh doa memohon rezeki yang sifatnya menggurui Allah SWT dan akibat buruk yang ditimbulkannya.
Contoh doa tersebut terdapat dalam kisah dari Kitab Hikam yang kerap ia sampaikan.
Pada zaman dahulu, ada seseorang yang bekerja menjadi tukang angkut barang di pasar.
Setiap hari orang tersebut bekerja untuk mengangkut barang di pasar.
Setelah mendapatkan upah sebesar sepiring nasi, tukang angkut barang tersebut lalu pulang.
Ketika pulang, tukang angkut itu kemudian berdoa kepada Allah SWT: “Ya Allah, saya ini kekasih-Mu. Fokus saya itu hanya ibadah. Tapi gara-gara saya miskin harus kerja.”
Singkat cerita, tukang angkut itu berdoa lagi: “Ya Allah, saya ini ingin dapat rizki yang nggak usah kerja.”
Setelah berdoa seperti itu, suatu saat ia dicurigai orang menjadi maling kemudian dipenjara. Di dalam penjara itu, ia setiap hari mendapat makan.
Kemudian tukang angkut barang itu bertanya kepada Allah mengapa ia dipenjara.
Ternyata Allah memasukkannya ke dalam penjara untuk menjawab doanya dulu yang meminta agar bisa mendapat rezeki tanpa bekerja.
Di dalam penjara itulah ia tidak perlu bekerja namun bisa mendapatkan rezeki, yaitu diberi makan setiap hari tanpa kerja.
Bukannya kaya, orang tersebut malah mendapat sial karena masuk penjara akibat doa memohon rezeki yang sifatnya menggurui Allah.
Semenjak itulah, tukang angkut barang tersebut lebih berhati-hati saat berdoa.
“Jadi khayal manusia itu kan repot. Minta rizki tanpa kerja. Dia lupa kalau rizki tanpa kerja ya dipenjara itu kan. Nah hal-hal seperti ini ini namanya menggurui Allah SWT. Jadi itu nggak boleh,” cakap Gus Baha.
Gus Baha kemudian berpesan bahwa ketika berdoa seseorang tidak boleh meminta yang seenaknya, meskipun doa itu baik dianggapnya baik.





