Insiden di Waterpark Kenjeran Berdampak Kena Imbas di Atlantis Land

Selasa, 10 Mei 2022 11:07 WIB
Insiden di Waterpark Kenjeran Berdampak Kena Imbas di Atlantis Land

Brilian°Surabaya – Terkait insiden di kolam renang Waterpark kenjeran Surabaya, Antlantis land juga melakukan antisipasi, salah satunya dengan menonaktifkan wahana yang bersifat ekstrim dan lebih mengintesiftkan ke worksift atau kontrol maintenaince dan uji coba (trial) secara optimal sebelum opersional.

“Memang kita setiap hari kita lakukan trial atau kontrol uji coba sebelum wahana tersebut di oprasionalkan. Jadi, 30 menit sebelum dibuka kita sudah lakukan maintenaince,” ungkap Adhitya Surya Hardiantoro, Head Marcomm & Promosi Atlantis Land saat ditemui brilian-news.id, Senin (09/05/2022).

Namun berkenaan dengan insiden kemarin yang berada di Waterpark, memang untuk mengantisipasi terjadi hal- hal yang tidak di inginkan atau gejolak psikolog dari pengunjung, maka wahana-wahana ekstrim kita non aktif kan dulu.

Wahana-wahananya yang di non aktif kan diantaranya adalah wahana viking (kora-kora), Roller coaster dan waterslide juga yang kebetulan di antlantis land waterslidenya atau waterboom terbesar di Jawa timur.

Sebetulnya di Atlantis Land ini tidak ada kolam renangnya, hanya wahana air namun waterslidenya karena terbesar dan terbaru jadi di nonaktifkan dulu untuk antisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, walaupun sebelumnya dilakukan pengecekan maintenaince atau trial.

Karenanya, Kita juga belum tau sampai kapan di non aktifkan, karena ini kan lagi highnya, jadi untuk mengurangi rasa kekhawatiran pengunjung dan kita sempat juga kedatangan dari ibu gubernur dan kita mengikuti arahan dari ibu gubernur dan mungkin menunggu landai dulu terkait insiden di waterpark kenjeran.

Diakui Adhitya, selama liburan lebaran sebelum adanya insiden yang terjadi di Waterpark Kenjeran, pengunjung di Antlantis Land jauh lebih banyak.

“Di Atlantis Land itu ada sekitar 1500 pengunjung dibandingkan dengan pengunjung sebelum pandemi itu jauh lebih banyak,” urainya

Namun berkaitan dengan insiden yang terjadi di waterpark sangat berefek dan kena imbasnya menurunnya pengunjung di Atlantis land, padahal kejadian insiden tersebut bukan di Atlantis Land.

“Karena mayoritas pengunjung mengira kejadian insiden tersebut terjadi di Antlantis Land, padahal bukan di Antlantis Land,” terang Aditya

Lanjut Adit, saya pun dan staf saya itu selalu mendapat telpon mengenai kejadian insiden di waterpark kenjeran.

Diantaranya yang menghubungi adalah dari rekan media, calon travel, big family keluarga dan itu setiap hari maupun setiap menit selalu menghubungi. Juga tadi ada yang dari kementerian pariwisata yang perwakilannya dari pak menteri menanyakan hal ini, begitupun juga dari relasi rekan bisnis yang mengkonfirmasi mengenai hal tersebut.

“Dan saya tegaskan sekali lagi bahwa mengenai hal ini insiden yang terjadi itu bukan di Antlantis Land melainkan di Waterpark Kenjeran,” tegas Aditya

Berbicara mengenai dampak pengunjung, Adit menjelaskan bahwa pengunjung di Atlantis Land sangat menurun drastis

“Kemarin lusa seharusnya dibandingkan dengan hari lebaran H+1 sampai lebaran ketupat biasanya tradisinya di kawasan Kenpark itu lebih ramai di hari lebaran H+1 sampai H+3 karena itu adalah puncaknya,” paparnya

Namun di tempat kita di Antlantis Land itu yang mengalami turun volume pengunjungnya dan sangat berimbas, karena memang di anggapnya terjadinya hal tersebut di Antlantis Land.

Harapannya kepada masyarakat atau pengunjung, bahwasanya kita informasikan bahwa hal ini atau insiden tersebut tidak terjadi di Atlantis land kenjeran Surabaya, namun terjadinya di Waterpark Kenjeran Surabaya.

“Memang kita satu kawasan Kenpark tapi itu beda unit dan SOP (standart oprasional prosedur) di Antlantis Land jauh lebih ketat, karena kita itu bukan Waterpark tapi Dry park, kita memang ada kolam, tapi yang utama itu kita ada wahana dan menjual pertunjukan,” pungkasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *