Heri Hermawan: Penanganan Stunting dan TBC Tak Cukup Hanya Mengejar Target

Rabu, 30 Sep 2026 20:04 WIB
Heri Hermawan: Penanganan Stunting dan TBC Tak Cukup Hanya Mengejar Target

Brilian•BANDUNG – Keberhasilan program kesehatan tidak cukup hanya dilihat dari pencapaian target atau laporan administratif. Penanganan stunting, tuberkulosis (TBC), dan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) harus memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Drs. Heri Hermawan, M.M.Pd., saat menghadiri Lokakarya Mini Kesehatan Triwulan III di Kecamatan Bandung Kulon, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan bertema “Sinergi Lintas Sektor: Zero Stunting, Optimalisasi CKG, & Penanganan TBC” tersebut membahas berbagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan melalui kerja sama pemerintah daerah, puskesmas, kader, dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurut Heri, persoalan kesehatan yang ditemukan di tingkat kewilayahan perlu dicatat dan ditindaklanjuti. Lokakarya Mini dapat menjadi forum untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan.

“DPRD hadir bukan sebagai eksekutor, melainkan sebagai mitra strategis kewilayahan. Kita ingin memastikan setiap kebijakan kesehatan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Heri.

Ia menjelaskan, DPRD Kota Bandung memiliki tanggung jawab melalui fungsi penganggaran, pengawasan, dan pembentukan peraturan daerah untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan.

Dari sisi anggaran, Heri meminta agar kebutuhan program kesehatan mendapat dukungan yang sesuai, termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk penanganan stunting, skrining TBC, serta penyediaan logistik bagi pelaksanaan CKG.

Menurutnya, penggunaan anggaran harus memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Program yang dilaksanakan juga perlu dievaluasi agar kendala yang muncul dapat segera ditangani.

“Program penanganan stunting, TBC, maupun CKG harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Karena itu, seluruh program harus dilaksanakan secara terarah, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai unsur,” katanya.

Khusus penanganan stunting, Heri menginginkan langkah pencegahan dan penanganan dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang masih menghadapi persoalan tersebut.

Keterlibatan keluarga dan kader kesehatan diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program. Pemerintah kewilayahan juga diharapkan aktif membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.

Sementara dalam penanganan TBC, dukungan terhadap pemeriksaan dan pelayanan kesehatan perlu terus ditingkatkan agar masyarakat memperoleh akses penanganan yang dibutuhkan.

Heri turut mengajak warga memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini, termasuk bagi masyarakat usia produktif.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program kesehatan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Puskesmas tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, unsur kewilayahan, serta partisipasi masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh program kesehatan ini memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, puskesmas, kader, dan masyarakat harus terus diperkuat,” kata Heri.

Komisi IV DPRD Kota Bandung, lanjut Heri, akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap program kesehatan sekaligus mengawal kebutuhan masyarakat melalui kebijakan dan penganggaran daerah.

Ia berharap upaya bersama tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Bandung Kulon, termasuk memperbaiki penanganan stunting dan TBC serta memperluas pemanfaatan layanan CKG bagi masyarakat.** (Ken)

Pos terkait