MOJOKERTO ° Brilian News.id – Tanggal 10 Mei 2026 jadi penanda lahirnya harapan baru sepak bola Indonesia. Pesantren Sepak Bola eLKISI resmi diluncurkan, membawa visi besar: melahirkan pemain yang hebat di lapangan, mulia dalam akhlak.
Peresmian yang digelar di kompleks Ponpes eLKISI ini dihadiri tokoh-tokoh kunci. Coach Indra Sjafri, mantan arsitek Timnas Indonesia, dan Coach Joko Susilo, pelatih senior level nasional-internasional, turun langsung memberi dukungan. Hadir pula Gus Barra Bupati Mojokerto, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, jajaran KONI, serta puluhan pelatih dari seluruh Jawa Timur.

Momen paling membanggakan terjadi saat Kyai Fathurrohman, Direktur Ponpes eLKISI sekaligus Pengasuh Pesantren Sepak Bola eLKISI, memberikan penghargaan khusus kepada tiga legenda sepak bola Indonesia yang ikut mensupport penuh acara ini. Mereka adalah Yusuf Ekodono, sang striker tajam era Persebaya dan Timnas, Muhammad Hanafing, gelandang elegan yang malang melintang di kasta tertinggi, serta Evan Dimas Darmono, ikon Timnas dari generasi emas yang dikenal religius dan rendah hati.
Ketiga legenda ini bukan sekadar tamu. Mereka adalah bukti hidup bahwa pemain bola bisa berprestasi sekaligus jadi teladan. Di tengah riuhnya sepak bola hari ini, kehadiran mereka menegaskan pesan kuat: lapangan hijau harus kembali jadi ruang sportivitas dan nilai positif.
Dalam sambutannya, Kyai Fathurrohman menyampaikan optimismenya. “Saya bermimpi, 5 sampai 10 tahun ke depan, lapangan bola dipenuhi pemain-pemain seperti Mas Yusuf, Mas Hanafing, dan Evan Dimas. Yang sujudnya tulus, selebrasinya santun, dan akhlaknya jadi cerminan Islam. Dari pesantren ini, kita ingin tunjukkan ke dunia bahwa sepak bola bisa jadi jalan dakwah. Bola bisa menyatukan, mendidik, dan membawa peradaban mulia,” ujar beliau yang juga Ketua Askab Mojokerto.
Inilah ruh Pesantren Sepak Bola eLKISI. Santri di sini tak hanya digembleng taktik dan fisik oleh pelatih berlisensi. Mereka juga ditempa dengan tahfidz Qur’an, pembinaan akhlak, dan sholat berjamaah. Targetnya: mencetak ‘generasi emas beradab’ yang siap mengharumkan nama bangsa tanpa kehilangan jati diri.
Coach Indra Sjafri menyambut gagasan ini dengan antusias. “Ini yang kita cari. Indonesia butuh pemain berkarakter kuat. Kalau fondasinya agama dan adab, skill akan ikut tumbuh. eLKISI sedang memulai langkah penting untuk masa depan Timnas,” tuturnya.

Gus Barra menegaskan komitmen Pemkab. “Mojokerto siap jadi kawah candradimuka pemain nasional yang beradab. Kami dukung penuh ikhtiar mulia ini. Ini investasi peradaban lewat olahraga,” kata Bupati.
Dengan kolaborasi ulama, pemerintah, dan para legenda, Pesantren Sepak Bola eLKISI optimis bisa menjadi jawaban atas kerinduan publik. Lahir dari Mojokerto, mereka siap mencetak pemain yang tak hanya juara di papan skor, tapi juga juara di hati masyarakat. Membawa warna positif untuk sepak bola nasional, bahkan pentas dunia. Insya Allah.





