Guna Memperkokoh Tali Silaturahmi, Ormas Mantra Mengadakan Halal Bihalal

Kamis, 26 Mei 2022 21:31 WIB
Guna Memperkokoh Tali Silaturahmi, Ormas Mantra Mengadakan Halal Bihalal

Brilian°Surabaya – Ormas Mantra (Madura Nusantara) yang di ketuai oleh Bapak Muhammad Soleh (cak Soleh) adakan acara Halal Bi halal guna memperkokoh tali Silaturahmi antara masyarakat Madura se-Jawa Timur. Kamis (26/05/2022).

Halal Bi Halal yang tergelar di kediaman H. Rosidi di Jalan Kalimas Baru No.67 Surabaya tepatnya sebelah terminal Petekan tersebut dihadiri sejumlah tokoh Masyarakat Madura. Termasuk Ketua DPRD Kota Surabaya Bapak Adi Sutarwidjono.

Selain itu juga dihadiri, Ketua umum Mantra (H.M. Soleh, SH), Ketua Perempuan Jawa Timur (Lia Istifhama), para ketua organisasi madura, Perwakilan Ormas, Organisasi lintas agama Surabaya, Seluruh anggota Mantra dan para tamu undangan.

Adapun pembukaan sambutan pada acara Halal Bi halal yaitu dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya yang dilanjutkan dengan atraksi pencak silat Khas Madura dan penari Remo Khas Madura, ceramah agama, pemotongan tumpeng (rasol) dilanjutkan Do’a bersama dan ramah tamah.

Diketahui, pengamanan acara Halal Bihalal dilakukan oleh pihak Kepolisian dari Polsek Pabean Cantikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Anggota Koramil Pabean Cantikan.

Dalam sambutannya Ketua umum Mantra (Madura Nusantara), Mohammad Soleh SH. bahwa acara Halal Bihalal yang digelarnya tak lain adalah guna memperkokoh tali Silaturahmi antara Masyarakat se-Jawa Timur dan melestarikan Budaya.

Ia mengatakan, bahwa ormas atau Mantra di Surabaya ini baru, Kita ingin memberdayakan peduli terhadap persoalan-persoalan yang ada, seperti halnya peristiwa yang ada di kenpark kenjeran, kita berikan advokasi.

“Salah satunya kita berikan santunan kepada korban, Ini adalah bukti bahwa mantra peduli ke sesama dan bergerak di kota surabaya,” terang M. Soleh

Tak hanya itu, Mantra ini cinta budaya, kita punya program budaya agar dilestarikan oleh generasi penerus supaya ada icon surabaya ini kental dengan budaya madura.

Selain itu, Ini adalah budaya, supaya tidak lupa adat istiadat juga tentang pemberdayaan ekonomi seperti tempat yang sepi ini bisa dijadikan tempat kuliner atau wisata kuliner untuk kelas menengah kebawah.

“Saya berharap Mohon dukungan bagi pemerintah kota surabaya agar mendukung dan bersinergi, supaya citra Madura di Surabaya ini baik dan semoga perekonomian di Surabaya ini juga semakin membaik.” harap M. Soleh yang kerap disapa Cak Soleh

Ditempat yang sama, Ketua DPRD kota Surabaya Adi Sutarwidjono mengatakan, Saya menyambut gembira untuk Mantra. juga bersamaan ini kita sedang menyongsong hari jadi kota Surabaya ke 729 tahun.

“Bahwa di kota surabaya selama dua tahun ini dilanda pandemi, tentunya ada pemulihan ekonomi, Kita harus fokus dalam pemulihan ekonomi yang banyak berhubungan masyarakat,” ucap Adi

Ia berharap, agar organisasi di surabaya memberikan aspek hal yang positif, seperti halnya di aspek kuliner bebek madura, soto madura, sate madura dan lain sebagainya, Sehingga dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat.

“Sehingga bisa saling bersinergi untuk mewujudkan kota surabaya yang bersih supaya menjadi lebih baik, kita bersama sama menggerakkan perekonomian di Surabaya,” pungkas Adi

Usai acara, Ketua Perempuan Jawa Timur, Lia istifhama menyampaikan, Harapan saya tentunya sebagai sahabat Mantra, semoga dengan keberadaan mantra ini semakin bisa memberikan kemaslahatan kepada masyarakat, dalam hal ini adalah spirit kebaikan dan spirit kebersamaan

Kemudian tak kalah penting, di tengah situasi dimana indonesia semakin bangkit, bahwasannya pak Joko widodo, Presiden kita sudah menganjurkan sudah boleh melepas masker di area terbuka.

“Ini menjadi momentum agar kita bersama-sama membangkitkan lebih kuat, semangat atau gairah ekonomi, diantaranya adalah wisata kuliner atau wisata yang lain, terutama berkaitan dengan madura,” terangnya

Terkait budaya, banyak sekali mayoritas warga yang merupakan warga madura di surabaya maupun keturunan madura, bahwasannya warga madura di surabaya menjadi suatu bentuk kemajmukan atau hetrogonitas yang sangat positif.

Masyarakat madura mengajarkan kepada kita banyak hal, salah satunya adalah sebuah kekuatan atau resiliasi bertahan.

“Harus diakui bahwasannya masyarakat orang madura ini sangat kuat, orang-orang yang mampu bertahan, itu menjadi spirit agar supaya kita bersama-sama meneladani apa yang menjadi karakter masyarakat madura,” pungkas Lia Istifhama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *