Brilian•BANDUNG – DPD Partai Golkar Kota Bandung menyatakan apresiasi atas keputusan pemerintah yang menetapkan Presiden Kedua RI, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional. Penetapan tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan negara atas jasa besar Soeharto dalam membangun fondasi pembangunan nasional.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung, Edwin Senjaya, mengatakan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya simbol politik, tetapi juga bentuk penghormatan moral terhadap kiprah panjang Soeharto dalam sejarah Indonesia. Menurutnya, kontribusi Soeharto terlihat jelas sejak masa sebelum kemerdekaan, sesudah kemerdekaan, hingga masa kepemimpinannya selama lebih dari tiga dekade.
Edwin juga menyoroti keberhasilan program pembangunan yang dijalankan di era Soeharto, terutama Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang menjadi fondasi penting pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut semangat pembangunan tersebut masih relevan dan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan jangka menengah di berbagai daerah hingga saat ini.
Beberapa capaian era Soeharto turut disebutkan, seperti swasembada beras, penguatan sektor energi, peningkatan produksi minyak, stabilitas politik, serta kemajuan ekonomi yang membuat Indonesia sempat dijuluki “macan Asia”. Bagi Edwin, hal-hal tersebut menjadi dasar kuat kelayakan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.
Terkait pro dan kontra yang muncul di masyarakat, Edwin mengajak publik melihat penetapan tersebut secara objektif. Ia menilai bahwa setiap pemimpin memiliki sisi positif dan negatif, namun jasa besar Soeharto dalam membangun Indonesia tidak dapat diabaikan.
Saat ini Edwin tengah menunaikan ibadah umrah. Ia mengungkapkan bahwa sepulangnya ke tanah air pada 20 November mendatang, DPD Partai Golkar Kota Bandung akan menggelar pengajian syukuran dalam rangka HUT ke-61 Partai Golkar sekaligus sebagai bentuk rasa syukur atas penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.**





