Gapasdap Soroti Kajian ITS, Penggunaan B50 Dinilai Berpotensi Turunkan Performa Mesin Kapal

Sabtu, 4 Jul 2026 09:07 WIB
Gapasdap Soroti Kajian ITS, Penggunaan B50 Dinilai Berpotensi Turunkan Performa Mesin Kapal

Jakarta – DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) meminta pemerintah memperhatikan hasil sejumlah penelitian sebelum menerapkan biodiesel B50 pada kapal penyeberangan.

Kepala Bidang Usaha dan Pentarifan DPP Gapasdap, Rakhmatika Ardianto, mengatakan kajian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menunjukkan penggunaan biodiesel dengan campuran tinggi memiliki sejumlah konsekuensi teknis terhadap performa mesin kapal.

Salah satu penelitian yang dilakukan Himmawan Aan Listyanto mencatat penggunaan biodiesel B50 hingga B100 menyebabkan penurunan daya mesin sebesar 6,38 persen dibandingkan High Speed Diesel (HSD) pada kondisi beban penuh. Selain itu, konsumsi bahan bakar atau Specific Fuel Oil Consumption (SFOC) meningkat sekitar 6,8 persen pada penggunaan B50.

Bacaan Lainnya

“Temuan ini menunjukkan adanya potensi penurunan performa mesin dan peningkatan konsumsi bahan bakar ketika kandungan biodiesel meningkat,” ujar Rakhmatika.

Gapasdap juga mengungkapkan biodiesel memiliki karakteristik densitas lebih tinggi, nilai kalor lebih rendah, serta berpotensi meningkatkan emisi nitrogen oksida (NOx). Menurut Rakhmatika, penurunan nilai kalor tersebut dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar kapal menjadi lebih besar dibandingkan penggunaan solar konvensional.

Selain itu, hasil penelitian ITS menunjukkan biodiesel lebih rentan mengalami degradasi selama penyimpanan akibat proses hidrolisis, oksidasi, penguraian termal, hingga kontaminasi bakteri. Dalam pengujian selama enam minggu, B50 mengalami kenaikan bilangan asam hingga 29,61 persen dan peningkatan koloni bakteri mencapai 2.900 persen, yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas bahan bakar di dalam sistem kapal.

Pos terkait