Farhan Prioritaskan Infrastruktur Permukiman, Jalan Lingkungan Harus Beres

Minggu, 17 Mei 2026 18:53 WIB
Farhan Prioritaskan Infrastruktur Permukiman, Jalan Lingkungan Harus Beres
Oplus_16908288

Brilian•BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan pembangunan infrastruktur harus dimulai dari kebutuhan paling mendasar masyarakat di lingkungan permukiman.


Menurut Farhan, Pemerintah Kota Bandung tidak hanya memperhatikan jalan utama, tetapi juga infrastruktur permukiman yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga sehari-hari.


“Sebelum jalan besar, jalan di kewilayahan harus beres dulu,” ujar Farhan saat meninjau proses pengaspalan jalan lingkungan di kawasan Riung Hegar RW 10, Kota Bandung, Kamis 14 Mei 2026.

Bacaan Lainnya


Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bandung dalam memperbaiki infrastruktur dasar di tingkat kewilayahan sebelum melaksanakan penataan jalan-jalan utama kota.


Farhan meminta aparat kewilayahan memastikan kondisi jalan lingkungan benar-benar layak dan nyaman bagi masyarakat.


Menurutnya, pembangunan di wilayah bukan hanya soal estetika kota, tetapi menyangkut kebutuhan dasar warga.


“Kalau jalan di kewilayahan semua sudah beres, nanti ke depan PJU Soekarno-Hatta akan dibereskan juga,” katanya.


Farhan menegaskan tidak ingin masih ada wilayah di Kota Bandung yang memiliki jalan rusak, penerangan minim, maupun drainase yang buruk.


“Prinsipnya saya tidak mau di wilayah masih ada jalan jelek dan lampu gelap, bahkan drainase yang kurang baik,” ucapnya.


Menurut Farhan, pekerjaan infrastruktur di lingkungan warga merupakan pekerjaan yang nyata manfaatnya dan langsung dirasakan masyarakat.


Pengaspalan di kawasan Jalan Riung Hegar RW 10 dilakukan sepanjang sekitar 64 meter dan disertai pembangunan gorong-gorong untuk mendukung sistem drainase lingkungan.


Selain itu, kawasan tersebut juga direncanakan mendapatkan penambahan penerangan jalan umum atau PJU.


Proses pengerjaan turut melibatkan partisipasi warga. Masyarakat setempat bergotong royong membantu akomodasi selama pengerjaan berlangsung.


Kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat penataan lingkungan permukiman agar lebih nyaman, aman, dan layak huni bagi warga Kota Bandung.**

Pos terkait