Farhan Paparkan LKPJ 2025, IPM Kota Bandung Capai 84,66 dan Investasi Tembus Rp11,92 Triliun

Rabu, 1 Apr 2026 10:49 WIB
Farhan Paparkan LKPJ 2025, IPM Kota Bandung Capai 84,66 dan Investasi Tembus Rp11,92 Triliun

Brilian•BANDUNGWali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Bandung, Senin 30 Maret 2026.

Dalam penyampaiannya, Farhan memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah yang dinilai menunjukkan tren positif, mulai dari sektor pendapatan daerah, pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, investasi, hingga lingkungan hidup.

Farhan menyebutkan, realisasi pendapatan daerah Kota Bandung tahun 2025 mencapai Rp7,207 triliun atau 95,11 persen dari target sebesar Rp7,577 triliun.

Pendapatan tersebut ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah atau PAD sebesar Rp3,791 triliun atau 91,46 persen, pendapatan transfer sebesar Rp3,367 triliun atau 98,13 persen, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah dengan realisasi mencapai 100 persen.

Sementara itu, belanja daerah Kota Bandung terealisasi sebesar Rp7,490 triliun atau 89,73 persen dari anggaran sebesar Rp8,347 triliun.

Di sektor pembangunan manusia, Kota Bandung mencatat capaian Indeks Pembangunan Manusia atau IPM sebesar 84,66 poin. Angka tersebut masuk kategori tinggi dan melampaui rata-rata Jawa Barat maupun nasional yang berada di angka 75,90.

Sejumlah indikator pendukung IPM juga menunjukkan perkembangan positif. Usia harapan hidup Kota Bandung tercatat 76,30 tahun, rata-rata lama sekolah 11,41 tahun, harapan lama sekolah 14,27 tahun, serta pengeluaran per kapita sebesar Rp19,28 juta per tahun.

Farhan juga menyampaikan, kinerja ekonomi Kota Bandung pada 2025 menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,29 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 5,1 persen.

Meski sedikit berada di bawah capaian Provinsi Jawa Barat, Farhan menilai kondisi tersebut masih wajar karena struktur ekonomi Kota Bandung lebih banyak ditopang sektor jasa dan konsumsi.

“Ini menunjukkan ekonomi kota tetap kuat dan adaptif,” kata Farhan.

Capaian positif lainnya terlihat dari sektor investasi. Sepanjang 2025, realisasi investasi di Kota Bandung mencapai Rp11,92 triliun. Angka tersebut melampaui target Rp11,07 triliun atau mencapai 107,61 persen.

Menurut Farhan, capaian itu menjadi sinyal positif atas kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Bandung. Ia menilai, pertumbuhan investasi harus terus dijaga agar mampu memberikan dampak luas terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Di sektor lingkungan, Pemkot Bandung juga mencatat capaian signifikan. Penurunan emisi karbon mencapai 194.150 ton CO₂ ekuivalen atau 270,44 persen dari target yang telah ditetapkan.

Selain itu, indeks kualitas lingkungan hidup Kota Bandung mencapai 58,42 atau berada di atas target. Sementara indeks kelayakan kota tercatat sebesar 8,34 poin.

Farhan menegaskan, Pemkot Bandung terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan inovatif. Hal itu sejalan dengan tren peningkatan indeks reformasi birokrasi.

Ia juga menyampaikan, arah pembangunan Kota Bandung ke depan akan terus didorong menjadi lebih inklusif, adil, dan toleran. Penguatan ekonomi kreatif serta digitalisasi turut menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah.

Menutup penyampaian LKPJ tersebut, Farhan berharap DPRD Kota Bandung dapat memberikan rekomendasi konstruktif sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan kinerja pemerintahan ke depan.

“LKPJ ini menjadi bahan evaluasi bersama demi Bandung yang lebih baik,” ujarnya.
ㅤ**

Pos terkait