Edwin Senjaya Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan Hadapi Tantangan Sosial Global

Kamis, 15 Jan 2026 13:17 WIB
Edwin Senjaya Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan Hadapi Tantangan Sosial Global

Brilian•BANDUNG – Pimpinan DPRD Kota Bandung sekaligus Ketua Angkatan Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhanas RI ke-221 Maung Papandayan, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menyoroti berbagai faktor sosial yang dinilai menjadi tantangan serius bagi geopolitik Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan Edwin Senjaya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kecamatan Rancasari yang digelar di Puteri River Inn, Desa Citengah, Kabupaten Sumedang, Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Camat Rancasari Shinta Parmawati, S.STP., M.Si., serta para lurah se-Kecamatan Rancasari.

Dalam pemaparannya, Edwin Senjaya menyampaikan materi terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia menyebut sejumlah faktor yang saat ini menjadi ancaman terhadap ketahanan geopolitik Indonesia, mulai dari perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan, konflik dan perang, korupsi, peredaran narkoba, hingga maraknya pinjaman online dan judi online ilegal.

Selain itu, Edwin Senjaya juga menyoroti fenomena perilaku penyimpangan seksual, termasuk LGBT, yang menurutnya memiliki dampak luas terhadap kesehatan masyarakat, sosial, budaya, hingga ketahanan keluarga. Faktor-faktor tersebut dinilai tidak berdiri sendiri, melainkan kerap dipengaruhi oleh kepentingan global dan pihak asing yang menginginkan ketidakstabilan di dalam negeri.

“Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar. Kondisi ini membuat negara kita rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu jika tidak dibentengi dengan nilai kebangsaan yang kuat,” ujarnya.

Ia menilai fenomena pinjaman online dan judi online ilegal merupakan ancaman serius karena berkaitan langsung dengan penguasaan data dan ekonomi digital. Menurutnya, arus modal, teknologi, dan data lintas negara dapat digunakan sebagai alat kontrol ekonomi dan sosial terhadap bangsa lain.

“Dalam geopolitik modern, data adalah senjata baru. Pinjaman online dan judi online ilegal bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga ancaman terhadap keamanan siber dan kedaulatan bangsa,” tutur Edwin Senjaya.

Terkait isu penyimpangan seksual, Edwin Senjaya menyebut bahwa persoalan tersebut juga menjadi bagian dari perebutan pengaruh ideologi dan nilai di tingkat global. Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga bersifat non-militer dan terselubung.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung bersama DPRD Kota Bandung tengah merumuskan rancangan peraturan daerah tentang pencegahan dan pengendalian perilaku serta penyimpangan seksual. Upaya ini dinilai penting sebagai bagian dari perlindungan sosial dan ketahanan keluarga.

Edwin Senjaya menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola asuh, pengawasan, serta pembinaan karakter sejak dini, disertai penguatan nilai agama dan norma sosial. Selain itu, peran organisasi kemasyarakatan dan kegiatan keagamaan juga dinilai strategis sebagai benteng moral masyarakat.

Ia menegaskan, internalisasi nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika, menjadi kunci dalam menjaga persatuan dan memperkuat ketahanan bangsa di tengah perbedaan.

“Dengan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan, masyarakat diharapkan tetap bersatu, memiliki ketahanan sosial yang kuat, serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai ancaman yang dapat merugikan daerah, bangsa, dan negara,” pungkasnya.**

Pos terkait