Surabaya – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta Perum Bulog memperkuat fungsi gudang pemasaran sebagai pusat distribusi berbagai komoditas pokok masyarakat. Hal itu disampaikan Bambang usai meninjau Gudang Pemasaran Bulog yang menyimpan dan memasarkan minyak goreng merek Minyak Kita serta Sunco selain komoditas beras.
Dalam peninjauan tersebut, Bambang Haryo Soekartono atau BHS menilai gudang pemasaran memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok sekaligus memastikan ketersediaan barang di pasar tetap aman.
“Saya juga mengecek Gudang Pemasaran Bulog yang memasarkan minyak goreng selain beras dimana yang tersimpan minyak goreng merek Minyak Kita dan merek Sunco,” kata Bambang.
Menurutnya, Bulog harus memperluas pengelolaan komoditas strategis sesuai mandat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2015 telah memberikan peran penting kepada Bulog sebagai stabilisator pangan dan kebutuhan pokok nasional.
“Saya menyampaikan pentingnya Bulog untuk bisa menyediakan 11 komoditas yang harus dijamin oleh pemerintah sesuai UU Perdagangan Nomor 7 Tahun 2014 dan PP Nomor 71 Tahun 2015. Bulog sebagai stabilitator harga, mutu dan kecukupan jumlah memerankan fungsi dari BUMN,” ujarnya.
BHS mengatakan keberadaan Bulog sangat penting untuk menjaga keseimbangan pasar, terutama ketika terjadi gejolak harga maupun gangguan distribusi kebutuhan pokok. Menurutnya, negara harus hadir melalui BUMN agar masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap barang pokok dengan harga yang terjangkau.
Selain memastikan kecukupan pasokan, Bambang juga menekankan pentingnya pengawasan mutu produk yang beredar di pasaran. Ia menilai Bulog perlu memiliki kemampuan riset terhadap spesifikasi komoditas agar dapat melakukan pembandingan kualitas dengan produk swasta.
“Sudah seharusnya Bulog juga harus memiliki alat riset tentang spesifikasi komoditas pokok baik beras, minyak goreng dan lain-lain untuk membandingkan dengan produk dari swasta yang bisa mencegah mereka melakukan kartel dari sisi harga, mutu dan kecukupan,” katanya.
Menurut Bambang, kemampuan riset tersebut dapat membantu Bulog menjaga kualitas produk yang dipasarkan kepada masyarakat sekaligus memperkuat fungsi pengawasan terhadap mekanisme pasar.
Ia juga menilai langkah itu dapat menjadi upaya pencegahan terhadap praktik persaingan usaha tidak sehat yang berpotensi memengaruhi harga dan distribusi kebutuhan pokok di masyarakat.
BHS berharap Bulog dapat terus meningkatkan kapasitas gudang pemasaran dan sistem distribusinya agar mampu menjalankan peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan stabilitas ekonomi masyarakat.





