Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti besarnya potensi minyak dan gas bumi serta sektor pariwisata yang dimiliki Kepulauan Madura. Menurut Bambang, kawasan tersebut memiliki kekayaan alam dan posisi strategis yang menjadi aset penting bagi Indonesia.
Bambang menjelaskan Madura selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas terbesar di kawasan ASEAN. Produksi migas tersebut berasal dari wilayah offshore maupun onshore yang tersebar di sejumlah kawasan di Madura.
“Di bawah lapisan batu kapurnya, terdapat sesar raksasa sepanjang ratusan kilometer yang membentuk jebakan minyak dan gas bumi,” kata Bambang.
Menurutnya, kondisi geologi tersebut juga memengaruhi kualitas hasil bumi Madura, termasuk tembakau dan garam yang dikenal memiliki kualitas unggulan di Indonesia.
Selain sektor energi, Bambang menilai Madura memiliki potensi wisata alam yang besar dan perlu terus dikembangkan. Salah satu destinasi yang menjadi perhatian adalah Pulau Gili Iyang yang dikenal sebagai kawasan dengan kadar oksigen sangat tinggi.
Ia menyebut keindahan pantai di kawasan kepulauan Madura juga memiliki daya tarik wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Bambang, pengembangan sektor wisata dapat menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat daerah apabila didukung infrastruktur dan promosi yang memadai.
Di sisi lain, Bambang juga menyoroti kekayaan budaya Madura yang diwariskan dari sejarah tiga kerajaan besar, yakni Kerajaan Sumenep, Kerajaan Bangkalan, dan Kerajaan Pamekasan.
Menurutnya, warisan budaya tersebut menjadikan Madura memiliki karakter seni dan tradisi yang kuat dan berbeda dengan daerah lain di Indonesia.
“Keberadaan kerajaan-kerajaan tersebut menjadikan seni dan budaya Madura sangat beragam dan kaya akan tradisi,” ujarnya.
Bambang menambahkan secara geografis Madura juga memiliki posisi strategis karena dilalui jalur internasional ALKI II yang menjadi lintasan penting pelayaran dunia.
Ia berharap potensi energi, budaya, dan wisata Madura dapat terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional dan pembangunan kawasan kepulauan di Indonesia.





