Probolinggo | Brilian-news.id,-Mengutip pemberitaan sebelumnya yang kami tayangkan dan tidak mendapatkan hak jawab dari pelaksananya hingga saat ini, yang berjudul (Proyek Besar Di Probolinggo Kota Diduga Bodong, Tidak Ada Papan pengumuman) LSM JakPro Bersama Aliansi Madura Indonesia, turun dan akan lakukan uji LAB kekerasan paving yang di pasangkan.
Dengan tidak adanya respons atau hak jawab terkait berita yang kami tayangkan sebelumnya, kami bersama LSM JakPro dan Aliansi Madura Indonesia berkolaborasi untuk melakukan kontrol sosial atas jalannya proyek tersebut.
Mirisnya dengan beralibi proyek memenuhi prosedur keselamatan di salah satu pemberitaan, tampak tidak satupun tukang yang memakai sepatu, “jangankan sepatu, sandal saja gak ada yang pakek, bukannya diperbaiki kok malah menayangkan berita tandingan”, ujar salah satu tum kontrol.
Dalam pantauan, ketua LSM JakPro Badrus Seman S.Pd., bersama anggota Aliansi Madura Indonesia mendapati kecurigaan, paving yang di pasang jenis paving dengan kekuatan tekan 200 kg/cm².
Badrus Seman S.Pd., menjelaskan, “Setahuku proyek dengan anggaran kurang lebih 1,6 Miliar ini harus menggunakan paving K300, namun saya melihat paving yang dipasang sepertinya K200”, jelasnya.
“saya belum berani memastikannya juga, saya akan berkolaborasi bersama Aliansi Madura Indonesia, untuk membawa paving tersebut untuk uji LAB. Apabila dari hasil LAB dugaan kami benar, kami akan melaporkan kepada pihak terkait dan meminta segera turun ke lokasi”, imbuhnya kepada Brilian-news.id





