Brilian°PROBOLINGGO – Anggota Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo, Robit Riyanto, meminta para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun untuk bersabar terkait proses penataan yang sedang dilakukan Pemerintah Kota. Hal ini disampaikan menanggapi keresahan pedagang yang merasa tersisih akibat kebijakan pengosongan area Alun-alun.
Dalam sebuah dialog, Robit menjelaskan bahwa konsep penataan ke depan akan memusatkan pedagang di sisi timur, tepatnya di area hanggar. Menurutnya, skema yang disiapkan adalah menempatkan pedagang di lantai atas, sementara area bawah diperuntukkan bagi pembeli.
“Pedagang insyaallah nanti ditata di atas. Pembelinya nanti pesan menu di bawah, pedagang turun menawarkan menu dan pesanannya langsung diantarkan ke bawah,” ujar Robit Riyanto.
Terkait kekhawatiran pedagang di sisi barat, utara, dan selatan, Robit menegaskan bahwa nantinya seluruh PKL akan terfokus di satu titik yang memanjang dari utara ke selatan. Ia memastikan bahwa pemerintah tidak akan membuang UMKM karena sektor ini merupakan penggerak utama ekonomi kota.
Pihak DPRD melalui Komisi 3 berkomitmen untuk terus mengawal dan mengingatkan Pemerintah Kota agar program penataan ini berjalan sesuai rencana tanpa merugikan para pedagang.
“Kami sebagai wakil masyarakat tidak henti-hentinya mengingatkan agar pemerintah tidak merugikan UMKM yang sudah ada,” pungkasnya.
Pitric Ferdianto





