Covid-19 Varian Omicron Masuk RI

Jumat, 17 Des 2021 15:37 WIB
Covid-19 Varian Omicron Masuk RI
Ilustrasi kegiatan dan aktifitas selama pandemi covid-19

Hal ini Wajib Dilakukan Masyarakat Demi Jaga Perekonomian

Brilian*Jakarta – Pemerintah mengumumkan kasus Covid-19 varian omicron pertama di Indonesia kemarin. Pasien pertama merupakan petugas di wisma atlet. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dengan masuknya varian Omicron di Indonesia.

“Meski situasi di dalam negeri sudah mendekati normal. Saudara-saudara semua jangan kendor menerapkan protokol kesehatan. Tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan pemerintah daerah. Saya minta testing dan tracing kontak erat digencarkan lagi, ditingkatkan lagi,” kata Presiden Jokowi.

Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira menilai pemerintah harus melakukan antisipasi dan memperketat penegakan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan agar dampak kasus varian omicron ini tidak menyebar dan mengganggu momentum pemulihan ekonomi nasional.

Bacaan Lainnya

“Yang terpenting antisipasinya dan penegakan protokol kesehatan serta vaksinasi terus dilanjutkan di daerah yang rawan,” kata Bhima saat dihubungi media ini.

Sementara, apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu menanggulangi varian omicron, khususnya dalam menjaga roda perekonomian yang sudah mulai kembali berjalan tidak terdampak?

1. Tidak Pergi Liburan Keluar Negeri
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengimbau, kepada masyarakat untuk tidak berlibur ke luar negeri. “Kita imbau enggak usah libur libur dulu keluar negeri deh, supaya jangan bawa penyakit ke dalam negeri ini,” ujar Menko Luhut.

Menurutnya, masih banyak tempat wisata yang tersedia di dalam negeri. Pemerintah juga sudah membuka fasilitas bagi para masyarakat yang berlibur di dalam negeri.

“Masih banyak tempat liburan di Republik ini yang masih bisa kita kunjungi, dan itu sudah kami minta hotel hotel semua dibukain, perjalanan juga coba kita bangun,” ucapnya.

2. Taat Aturan Perjalanan
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto meminta, masyarakat tidak perlu panik dan khawatir saat omicron telah masuk Indonesia. Suhartoyo berharap masyarakat disiplin menjalankan kebijakan karantina, khususnya kesehatan berlapis bagi pelaku perjalanan internasional.

“Pelaku perjalanan internasional yang berasal dari 11 negara 10 negara Afrika dan 1 Hongkong itu diberlakukan karantina terpusat selama 14 Hari kemudian negara-negara yang di luar tadi saya sampaikan ini 10 hari kebijakan ini bukan untuk mempersulit atau menambah beban daripada pelaku perjalanan internasional ini sifatnya untuk kewaspadaan dan keamanan kita bersama selaku bangsa,” kata Suharyanto.

Kemudian, lanjutnya, para pelaku perjalanan internasional diharapkan melaksanakan PCR 3×24 jam sebelum keberangkatan. Lalu ketika sampai di Indonesia hari pertama dilaksanakan entry tes.

“Kemudian di hari ke-13 bagi para pelaku perjalanan internasional yang diberlakukan karantina selama 14 Hari dan hari ke-9 bagi para pelaku perjalanan internasional yang diberlakukan karantina secara terpusat selama 10 hari,” katanya.

3. Disiplin Protokol Kesehatan
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah meminta, masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan ketat. Mengingat beberapa daerah seperti DKI Jakarta saat ini kondisi mobilitas masyarakat dan aktivitas sosial ekonominya sudah mulai meningkat.

“Saya berharap pandemi turun tapi kesadaran untuk melaksanakan protokol kesehatan itu tidak turun,” kata Menteri Ida.

Pemerintah khawatir, jika pengawasan dan penerapan protokol kesehatan di tingkat masyarakat turun, maka akan terjadi lonjakan kasus aktif Covid-19 kembali. Terlebih, baru-baru ini juga tengah ada varian omicron yang mengintai belahan dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *