Brilian•Yogyakarta – Sejumlah sekolah di Kota Yogyakarta sudah memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak bulan Oktober 2021 lalu. Baik di jenjang SMP maupun SMA. Penerapan PTM hingga kini masih terus dipantau dan dievaluasi.
Digelarnya PTM terbatas ternyata belum dipatuhi seluruh siswa dengan tertib. Meski telah diminta untuk langsung pulang usai PTM, sejumlah siswa masih ada yang ditemukan memilih untuk nongkrong di warung. Hal ini dikhawatirkan memicu penularan Covid-19.
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta yang diwakili oleh Kasie Pembinaan Potensi Masyarakat Satpol PP Kota Yogyakarta Suwarno mengatakan bahwa SMK Muhammadiyah 3 merupakan salah satu sekolah yang siswanya tak langsung pulang ke rumah usai PTM.
“Pada Pembelajaran tatap muka terdapat potensi kerumunan dikarenakan setelah mengikuti pembelajaran di sekolah tidak semua siswa langsung pulang ke rumah masing-masing tapi ada sebagian siswa yang nongkrong di warung,” kata Suwarno dikutip awak media ini pada (23/11) dari keterangan resmi.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Suwarno mengatakan bahwa pihaknya melakukan edukasi kepada pemilik warung dan siswa untuk bersama mencegah penularan Covid-19 dengan harapan tidak terjadi klaster baru.
Dalam dialognya dengan para pedagang, Suwarno menjelaskan pentingnya penerapan protokol kesehatan dan peran pemilik warung untuk bisa mengingatkan siswa agar disiplin mematuhi upaya pencegahan penularan Covid-19 tersebut.
“Kunci dalam menghadapi sebaran Covid-19 adalah vaksin dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan oleh karena itu jangan ada kerumunan siswa di warung-warung,” tandas Suwarno.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Suprihandono juga mengaku memang terjadi kerumunan setelah jam pembelajaran di lingkungan sekitar sekolah. Menurutnya, kondisi ini juga terjadi di sekolah lain.
“Hal itu dikarenakan siswa tidak mematuhi standar operasional pembelajaran tatap muka yang seharusnya langsung pulang setelah pembelajaran di sekolah,” jelas Suprihandono.
Selain itu, Suprihandono berharap bahwa edukasi yang dilakukan Satpol PP tersebut bisa membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Sehingga tak ditemukan lagi siswa nongkrong sambil bincang-bincang tanpa jaga jarak usai PTM di sekolah.
“Kami harap pendekatan humanis dari Satpol PP bisa terbangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang, Ibu Samosir berjanji untuk mengingatkan para siswa yang jajan agar lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan setelah Satpol PP melaksanakan kegiatan edukasi tersebut.
“Di warung saya terdapat beberapa sekolah, hampir setiap hari para siswa tersebut, mampir untuk membeli makanan atau minuman sambil duduk-duduk di depan warung dan sebagian besar dari para siswa sudah memakai masker namun lebih suka duduk dan ngobrol dalam jarak dekat atau bergerombol,” tutur ibu Samosir.
Ibu Samosir juga berharap agar tidak terjadi lagi lonjakan kasus penularan Covid-19 yang berdampak pada sepinya warung. Maka dari itu, penting menurutnya untuk mengingatkan pembeli agar disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.(Red)





