BHS: Sistem Tiket Digital Tanpa Opsi Manual Perparah Antrean di Pelabuhan

Selasa, 7 Apr 2026 10:17 WIB
BHS: Sistem Tiket Digital Tanpa Opsi Manual Perparah Antrean di Pelabuhan
Anggota DPR-RI Bambang Haryo dalam kunjungannya di ASDP Ketapang Banyuwangi/Foto : Istimewa

Banyuwangi – Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menilai sistem pembelian tiket ferry yang dominan berbasis digital tanpa dukungan layanan manual turut memperparah antrean kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi bersama pemangku kepentingan di Pelabuhan Ketapang, Senin (6/4/2026), menyusul tingginya keluhan dari pengemudi logistik dan masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

Menurut Bambang, tidak semua pengguna jasa memiliki kemampuan atau akses yang memadai terhadap teknologi digital, sehingga kesulitan dalam memperoleh tiket.

Bacaan Lainnya

“Banyak pengguna ferry ini berasal dari kalangan menengah ke bawah yang belum tentu terbiasa menggunakan sistem berbasis IT,” katanya.

Akibatnya, pengguna jasa memilih membeli tiket secara manual di luar area pelabuhan. Aktivitas ini memicu kendaraan berhenti di pinggir jalan dan menimbulkan penumpukan yang berdampak pada kemacetan panjang.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sistem layanan tiket yang ada saat ini.

Bambang menegaskan, digitalisasi tetap diperlukan untuk meningkatkan kecepatan layanan, namun harus diimbangi dengan alternatif metode pembayaran yang lebih inklusif.

“Harus ada opsi manual di lokasi agar tidak menimbulkan antrean baru akibat kendala teknis,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti keterbatasan infrastruktur jalan menuju pelabuhan yang semakin memperburuk kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.

Pos terkait