Brilian*Jakarta – Kehadiran varian omicron dari virus corona menjadi tantangan baru dalam pemulihan ekonomi setiap negara, terutama bagi sektor pariwisata nasional. Dari 46 kasus varian omicron yang terdeteksi di Indonesia sebanyak 44 orang di antaranya merupakan orang-orang yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri.
Sementera sisanya merupakan perawat dan pegawai kebersihan di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, penyebaran varian omicron ini 7 kali lebih cepat dari varian delta. Namun, dari segi keparahan, perawatan di rumah sakit hingga risiko kematian lebih rendah dari varian delta.
Meski begitu, dia tidak ingin momentum ini malah membuat pemerintah lengah. Pengetatan akan terus dilakukan sampai periode libur Natal dan tahun baru selesai. Dia tak ingin ada lagi kecolongan dari pasien yang positif Covid-19 varian delta malah berkeliaran di luar dengan bebas sehingga beresiko menularkan kepada yang lain.
“Kita tidak mau kelolosan lagi dari yang di karantina. WNA yang berkeliaran di lobi hotel dan dispersi PPLN yang tidak akan ada lagi,” kata Sandiaga dalam konferensi pers akhir tahun di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (27/12).
Dia pun meminta agar masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk tetap tinggal di luar negeri. Mengingat varian baru ini tengah menyebar luas di negara-negara lain. Bahkan kasusnya telah mencapai penyebaran varian delta yang terjadi di pertengahan tahun ini.
“Per hari ini di beberapa negara ini sudah ambil alih penularan dari delta,” ujarnya pada awak media.
Strategi Travel Bubble
Sementara itu, tahun depan akan ada banyak kegiatan pertemuan global yang ada di Indonesia. Kedatangan orang asing dengan berbagai tujuan menjadi tantangan baru dalam pemulihan ekonomi sekaligus menjaga sektor kesehatan yang hingga saat ini telah terkendali.
Sandiaga mengatakan belajar dari pelaksanaan rangkaian kegiatan Presidensi G20, strategi travel bubble dianggap sukses. Hingga saat ini belum ada laporan klaster baru dari berbagai kegiatan di Jakarta dan Bali.
“Pendekatan sistem travel bubble saat G20 ini terbukti ampuh. Di Bali atau di Jakarta ini gak ada yang terjangkit corona,” kata dia.
Namun, dia menyadari kondisi terus berubah. Sehingga konsep yang sama akan dikembangkan demi terlaksananya berbagai kegiatan internasional seperti rangkaian acara Presidensi G20 hingga MotoGP di tahun depan.
“Ini akan kita kembangkan dengan uji coba pembukaan G20,” pungkasnya pada awak media mengakhiri perbincangan.





