Banjir Tahunan Rendam 19 Desa di Kabupaten Pasuruan, Warga Berharap Bupati Dan Wakil Bupati Baru Mampu Mengatasi

Minggu, 8 Des 2024 20:18 WIB
Banjir Tahunan Rendam 19 Desa di Kabupaten Pasuruan, Warga Berharap Bupati Dan Wakil Bupati Baru Mampu Mengatasi

PASURUAN | Brilian-news.id – Setiap musim penghujan, sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan menghadapi masalah serius berupa. banjir yang melanda. Kebangkitan bencana ini terjadi karena derasnya hujan yang membuat sungai-sungai besar meluap, sehingga tidak mampu menampung air yang terus meningkat.

Banjir adalah masalah yang menghantui masyarakat, merendam hingga belasan desa dari ujung barat sampai timur. Banyak warga yang hanya bisa pasrah sambil berharap agar pemerintah dapat menemukan solusi untuk menghentikan siklus banjir yang datang setiap tahunnya.

Warga Desa Patuguran, yang terletak di kecamatan, Rejoso masih memegang harapan. Mereka percaya bahwa bupati dan wakil bupati baru yang terpilih, H.M Rusdi Sutejo-Gis Shobih akan mampu mengatasi masalah ini. Mereka berharap langkah nyata dapat segera terwujud demi kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Seorang warga setempat, Sholahuddin (35 tahun), mengungkapkan kecemasan masyarakat akibat banjir. Menurutnya, genangan air telah merendam jalan, rumah, sekolah, dan tempat ibadah, sehingga aktivitas sehari-hari sangat terganggu.

“Kami berharap pemerintah yang baru ini dapat melihat kondisi kami.

Mereka harus turun langsung dan merasakan penderitaan kami ketika bencana ini datang. Terutama bagi mereka yang bergantung pada pekerjaan harian untuk kebutuhan hidup,” ucap Huddin pada tanggal 08 Desember 2024.

Keinginan akan perubahan juga disampaikan oleh Sulaiman (25 tahun). Ia yakin jika pemimpin Kabupaten Pasuruan berkomitmen kuat, maka masalah banjir akan bisa diatasi.

“Perlu ada perubahan. Mas Rusdi dan Gos Shobih (bupati dan wakil bupati terpilih) harus bisa mengambil tindakan untuk mengatasi banjir ini,” tegas Iman.

Ia mengaku situasi di kampung halamannya semakin memburuk dari tahun ke tahun. Dia meminta pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai sebagai langkah pencegahan banjir di musim hujan,

“Dua tahun terakhir ini lebih parah dari sebelumnya. Banjir yang awalnya hanya sebatas lutut kini telah setinggi perut. Tolong, pemerintah, lakukan normalisasi sungai-sungai,” imbu Iman.

Banjir yang terjadi pada tanggal 06 Desember 2024 mengakibatkan 19 desa di Kabupaten Pasuruan terendam. Banjir ini disebabkan oleh luapan air sungai-sungai, menyebar di enam kecamatan,yaitu kecamatan Winongan, Kraton, Rejoso, Gondangwetan, Beji, dan Grati.

Saat ini, sebagian desa masih terendam banjir hingga tanggal 08 Desember 2024, sementara desa lain sudah mulai surut dan warga terlihat membersihkan rumah dari endapan lumpur yang ditinggalkan oleh air banjir. Masyarakat berharap penanganan lebih serius dapat segera dilakukan oleh pemerintah untuk menghadapi situasi ini di tahun-tahun mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *