Banjir Rendam Permukiman, Puluhan Warga Mengungsi

Senin, 20 Des 2021 12:03 WIB
Banjir Rendam Permukiman, Puluhan Warga Mengungsi
Banjir Rendam Permukiman, Puluhan Warga Mengungsi

Brilian*Sulawesi Barat– 93 warga Desa Toabo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda kawasan itu, Minggu (19/12). Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju Muhammad Arif Anwar membenarkan terjadinya banjir di Desa Toabo.

“Terdapat 50 KK yang mengungsi mandiri ke rumah keluarga sekitar yang tidak terdampak banjir. Ke-50 KK itu terdiri dari dewasa 30 orang, warga lanjut usia 23 orang, anak-anak 30 orang dan 10 balita,” kata Muhammad Arif Anwar, seperti dikutip awak media ini.

Banjir terparah terjadi di Dusun Saleparang dan Dusun Sukamaju. Sebelumnya di kawasan tersebut diketahui curah hujan tinggi.

Bacaan Lainnya

“Kami menerima informasi terkait bencana banjir di Desa Toabo Kecamatan Papalang pada Minggu malam sekitar pukul 20.20 WITA, kemudian kami memberangkatkan satu Tim Rescue untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir,” terangnya.

“Dari laporan yang diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju, debit air mulai meningkat pada pukul 17.00 WITA,” ujar Muhammad Arif Anwar.

Tim penyelamat Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju yang tiba di lokasi banjir sekitar pukul 21.15 WITA lanjutnya, segera melaksanakan koordinasi dengan tim dari BPBD Mamuju, Dinas Sosial Mamuju, Polresta Mamuju, Koramil Pangale, pemerintah kecamatan dan desa, untuk melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak banjir di Desa Toabo.

“Dari hasil pelaksanaan operasi SAR di lapangan bersama unsur terkait, kami akan tetap melaksanakan pemantauan dan antisipasi terhadap kondisi debit air yang dikhawatirkan meningkat akibat curah hujan yang tinggi,” lanjutnya.

Salah seorang warga Desa Toabo Alimuddin mengatakan, genangan air terparah terjadi di Lorong 18, Dusun Sukamaju, Desa Toabo

Bahkan, ketinggian air pada Minggu malam sekitar pukul 19.45 WITA sempat mencapai dada orang dewasa.

“Saat ini, air sudah mulai surut, tetapi kami tetap khawatir terhadap kemungkinan banjir datang lagi karena hujan masih berlangsung, walaupun sudah tidak terlalu deras,” pungkas Alimuddin mengakhiri perbincangan bersama awak media.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *