GRESIK ° Brilian News.id – Suasana duka menyelimuti keluarga S (41), pekerja CV Asindo Stone yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di kawasan Pergudangan Casa Sumput Blok D3, Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jumat (17/7) sore.
Di balik insiden tragis tersebut, tersimpan kisah pilu yang menyayat hati. Suryadi meninggalkan empat anak yang seluruhnya masih duduk di bangku sekolah dasar. Menurut keterangan salah seorang tetangga korban, keempat anak itu terdiri dari dua pasang anak kembar.
“Anak-anaknya ada empat, semuanya masih sekolah dasar. Dua anak kembar yang pertama merupakan anak bawaan dari istrinya, sedangkan dua anak kembar lainnya adalah anak kandung Pak Suryadi,” ungkap tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat korban bersama sejumlah rekan kerja melakukan proses pengangkatan lempengan marmer menggunakan crane. Berdasarkan keterangan saksi, korban saat itu berada di atas material untuk mengikat tali pengangkat.
Namun, piringan crane yang digunakan mendadak pecah. Lempengan marmer yang sedang dipersiapkan untuk diangkat kemudian jatuh, mengakibatkan korban ikut terjatuh dan tertimpa pecahan marmer.
Akibat benturan dan himpitan material yang sangat berat, Suryadi meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Kepergian Suryadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Selain kehilangan tulang punggung keluarga, empat anak yang masih berusia sekolah dasar kini harus menjalani kehidupan tanpa sosok ayah yang selama ini menjadi pencari nafkah.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya pada aktivitas pengangkatan material berat yang memiliki risiko tinggi. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti pecahnya komponen crane masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.





