JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai pengembangan kawasan industri nasional harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kesiapan tenaga kerja dan infrastruktur pendukung. Hal tersebut disampaikan dalam pembahasan RUU Kawasan Industri bersama para pakar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Bambang, Indonesia memiliki banyak daerah yang kaya sumber daya alam, energi, dan bahan baku industri. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang karena masih terbatasnya akses logistik, transportasi, serta kualitas sumber daya manusia di sejumlah wilayah.
Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan tenaga kerja lokal melalui peningkatan kompetensi dan pendidikan vokasi agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Selain itu, Bambang juga menyoroti pentingnya penyediaan energi yang kompetitif serta penyederhanaan regulasi agar investasi di kawasan industri semakin menarik.
Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut mengatakan pembangunan kawasan industri harus dirancang secara terintegrasi dengan pelabuhan, jaringan kereta api logistik, serta kawasan ekonomi strategis sehingga mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang dan memperkuat daya saing nasional.
Bambang berharap pembahasan RUU Kawasan Industri menghasilkan regulasi yang mampu menciptakan pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh Indonesia.
“Kita ingin kawasan industri tidak hanya berkembang di Jawa, tetapi juga tumbuh di berbagai daerah yang memiliki potensi besar. Dengan begitu, pemerataan ekonomi dan pembangunan bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya.





