Bambang Haryo Nilai Potensi Wisata Surabaya Besar, Promosi Digital Harus Diimbangi Pembenahan Destinasi

Kamis, 6 Agu 2026 09:21 WIB
Bambang Haryo Nilai Potensi Wisata Surabaya Besar, Promosi Digital Harus Diimbangi Pembenahan Destinasi

**SURABAYA** – Anggota DPR RI **Bambang Haryo Soekartono (BHS)** menilai Surabaya memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan. Namun, menurutnya, promosi digital tidak akan optimal apabila tidak diiringi pembenahan objek wisata dan fasilitas pendukung.

Hal tersebut disampaikan BHS saat menghadiri bimbingan teknis mengenai strategi pemasaran pariwisata melalui digital marketing di Surabaya, Rabu.

“Promosi digital penting, tetapi destinasi wisata di Surabaya juga harus dibenahi sehingga memiliki daya tarik yang kuat,” kata BHS.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, strategi pemasaran melalui digital marketing harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas destinasi wisata agar wisatawan memperoleh pengalaman yang nyaman dan berkesan.

BHS menyebut Surabaya memiliki kekayaan wisata yang lengkap, mulai dari wisata budaya, wisata bahari hingga wisata kuliner. Salah satu kawasan yang dinilai layak dikembangkan lebih serius adalah Pantai Kenjeran melalui penataan kawasan dan penyediaan fasilitas yang lebih representatif.

Selain itu, ia juga mengusulkan revitalisasi Kebun Binatang Surabaya agar semakin menarik sebagai ikon wisata kota. Keberadaan satwa endemik Indonesia dinilai dapat menjadi magnet bagi wisatawan, khususnya dari luar negeri.

BHS turut mendorong pelestarian budaya lokal melalui pertunjukan rutin ludruk, ketoprak, dan Tari Remo di setiap kecamatan. Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat identitas Surabaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya.

Ia juga menilai akses transportasi umum menuju kawasan wisata perlu terus ditingkatkan, disertai promosi kuliner khas Surabaya, seperti rawon, agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih lengkap.

“Surabaya memiliki karakter yang kuat, baik dari sisi budaya, kuliner, maupun sejarah. Potensi itu perlu dikemas dan dipromosikan secara optimal agar mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia,” ujar BHS.