JAKARTA – Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong pemerintah mempercepat integrasi antar moda transportasi nasional guna menekan biaya perjalanan yang masih menjadi beban masyarakat.
Hal itu disampaikan Bambang Haryo dalam Seminar Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Hotel Millennium Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, persoalan utama transportasi saat ini bukan hanya tarif, tetapi belum terhubungnya sistem transportasi udara, laut, dan darat secara menyeluruh.
“Permasalahan yang diinginkan oleh masyarakat adalah integrasi daripada transportasi ini sendiri. Jadi masih banyak transportasi yang belum terintegrasi dengan maksimal,” kata Bambang.
Ia menjelaskan masyarakat akhirnya harus menggunakan transportasi semi-private seperti taksi karena tidak tersedia angkutan umum yang terhubung langsung dengan moda transportasi lainnya.
Bambang mencontohkan kondisi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, di mana konektivitas transportasi publik dari bandara maupun pelabuhan menuju berbagai tujuan masih terbatas.
Akibatnya, masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan yang bahkan hampir setara dengan ongkos transportasi udara.
“Sehingga mereka harus menggunakan transportasi semi-private dan mereka terbebani dengan biaya yang demikian mahal hampir sama dengan biaya transportasi udaranya,” ujarnya.
Bambang mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTB yang telah mulai mengoperasikan angkutan bus menuju kawasan wisata sebagai bagian dari integrasi transportasi.
Menurutnya, konsep tersebut perlu diperluas sehingga seluruh moda transportasi nasional dapat saling terhubung.
“Transportasi massal itu kan harus terintegrasi dari transportasi udara, laut menuju ke darat. Nah daratnya itu harus terintegrasi dengan transportasi massal,” katanya.
Ia menambahkan penyediaan sistem transportasi terintegrasi merupakan tanggung jawab pemerintah yang dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan sektor swasta untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana transportasi.

