Brilian°Probolinggo – Keselamatan pelajar menjadi sorotan dalam agenda reses Masa Sidang II Tahun 2026 anggota DPRD Kota Probolinggo, Tri Atmojo Adib Susilo. Ia mendesak Pemerintah Kota Probolinggo segera menangani pohon-pohon besar yang dinilai rawan tumbang di sepanjang Jalan Brigjen Katamso.
Aspirasi itu mengemuka saat pertemuan dengan warga di daerah pemilihan. Warga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi sejumlah pohon berukuran besar yang berada di tepi jalan padat aktivitas, khususnya jalur yang setiap hari dilalui siswa sekolah.
Menurut keterangan warga, kondisi pohon dinilai sudah tua dan sebagian dahannya menjulur hingga mendekati kabel listrik. Situasi tersebut dikhawatirkan memicu insiden, terutama saat angin kencang atau hujan deras. Bahkan, disebutkan pernah terjadi percikan api yang diduga akibat gesekan kabel dengan ranting pohon.
“Kami khawatir kalau sampai tumbang dan menimpa pengguna jalan, apalagi anak-anak sekolah,” ujar salah satu warga dalam forum reses.
Menanggapi hal itu, Tri Atmojo Adib Susilo menegaskan bahwa keselamatan publik tidak boleh menunggu jatuhnya korban. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait agar dilakukan pengecekan dan tindakan teknis di lapangan.
“Ini menyangkut keselamatan warga. Harus ada langkah cepat, entah pemangkasan, perapian, atau tindakan lain sesuai kajian teknis,” tegasnya.
Ia menilai mitigasi risiko di ruang publik harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Infrastruktur jalan tidak hanya soal aspal dan marka, tetapi juga menyangkut faktor keselamatan lingkungan sekitar, termasuk vegetasi yang berpotensi membahayakan.
Reses yang digelar dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat tersebut menjadi momentum bagi legislator untuk menindaklanjuti laporan warga secara konkret. Tri memastikan bahwa masukan terkait pohon rawan tumbang ini akan disampaikan secara resmi kepada pemerintah kota untuk segera ditangani.
Warga berharap penanganan tidak berhenti pada pencatatan administratif, melainkan benar-benar diwujudkan dalam tindakan lapangan. Jalan Brigjen Katamso merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan kawasan permukiman dan sekolah, sehingga faktor keamanan menjadi kebutuhan mendesak.
Dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, potensi pohon tumbang menjadi risiko nyata. Karena itu, langkah preventif dinilai lebih bijak daripada penanganan setelah kejadian.
Desakan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang proyek besar, tetapi juga tentang detail keselamatan yang langsung dirasakan masyarakat setiap hari.
Ferdi





