Aksi Senyap Warga Menganti Gresik Banner Kritik Jalan Rusak Ramai diPerbincangkan

Minggu, 19 Apr 2026 15:05 WIB
Aksi Senyap Warga Menganti Gresik Banner Kritik Jalan Rusak Ramai diPerbincangkan

Gresik, BrilianNews.id – Sebuah banner berukuran besar yang terpasang di pinggir jalan Tlogo Bedah, Huluan. Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendadak menjadi perbincangan warga. Banner tersebut memuat tulisan bernada kritik, “MBG lancar, jalannya rusak (dalane ambyar)” disertai keterangan “warga resah”.

Pesan dalam banner itu langsung menyita perhatian masyarakat. Banyak yang menilai, tulisan tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai rusak parah, sementara program atau kegiatan lain justru dianggap berjalan lancar.

Meski belum diketahui siapa pihak yang memasang banner tersebut, pesan yang disampaikan dinilai mewakili keresahan sebagian warga. Seorang warga setempat bahkan membagikan foto banner itu kepada redaksi, sembari menyampaikan harapannya agar kondisi jalan segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

“Saya tidak tahu siapa yang memasang banner itu, tapi saya yakin hampir semua warga sepakat dengan isi pesannya. Jalan ini sudah lama rusak, namun perbaikannya seperti belum menjadi prioritas,” ujarnya.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan di tengah masyarakat terkait kinerja pihak berwenang dalam menangani perbaikan infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, banner masih terpasang dan belum diketahui secara pasti siapa pemasangnya. Tujuan pemasangan pun menjadi tanda tanya, apakah murni sebagai bentuk aspirasi warga atau ada kepentingan tertentu di baliknya.

Fenomena ini turut memunculkan diskusi publik mengenai prioritas pembangunan di daerah, khususnya terkait perbaikan infrastruktur jalan yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selain menghambat aktivitas, kondisi jalan yang rusak juga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi sekaligus mengambil langkah konkret untuk merespons keluhan tersebut. Transparansi serta kecepatan penanganan dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik.

Sementara itu, warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar persoalan jalan rusak tidak terus berlarut-larut, serta tidak lagi memicu bentuk-bentuk protes serupa di ruang publik.

Pos terkait