Aksi GSJT Berlanjut, Massa Tegaskan Akan Duduki Kantor Pertamina hingga Tiga Hari

Rabu, 30 Sep 2026 19:11 WIB
Aksi GSJT Berlanjut, Massa Tegaskan Akan Duduki Kantor Pertamina hingga Tiga Hari

SURABAYA ° Brilian News.id  – Aksi unjuk rasa Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) berlanjut hingga malam hari. Massa masih menyuarakan sejumlah tuntutan, terutama terkait kebijakan BBM bersubsidi, penyesuaian dimensi kendaraan, serta nasib keluarga anggota yang menjadi korban kecelakaan laut.

Ketua Koordinator Aksi GSJT, Angga Firdiansyah, mengatakan salah satu agenda di Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur berkaitan dengan realisasi program penyesuaian dimensi kendaraan. Menurutnya, terdapat janji pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan kuota sebanyak 300 kendaraan.

“Dishub Provinsi menagih janji di Dishub. Dengan dibiayai oleh Pemprov, dengan kuota 300 kendaraan. Dan tadi sudah disepakati,” jelas Angga.

Sementara itu, saat mendatangi kantor Pertamina, massa menyampaikan tuntutan terkait penghapusan barcode atau QR Code untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Solar. Selain itu, GSJT juga menuntut adanya subsidi BBM bagi kendaraan towing milik perorangan.

Namun, hingga malam menjelang dini hari, massa aksi disebut belum mendapatkan kesempatan bertemu dengan pihak Pertamina untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.

Kondisi tersebut membuat massa menyatakan sikap untuk tetap bertahan. Melalui ketua koordinator aksi, GSJT menegaskan akan melakukan pendudukan kantor Pertamina apabila tuntutan mereka belum mendapatkan respons.

“Kami akan menduduki kantor Pertamina, walaupun sampai tiga hari,” tegas Angga.

Di tengah aksi yang masih berlangsung, GSJT juga telah menyiapkan agenda berikutnya. Massa berencana mendatangi Kantor Jasa Raharja Kanwil Jawa Timur untuk memperjuangkan persoalan santunan bagi keluarga anggota yang menjadi korban musibah kecelakaan laut.

Angga menyebut terdapat sembilan orang yang menjadi korban dalam musibah KM Virgo. Dari jumlah tersebut, tiga orang telah ditemukan, sementara pencarian terhadap korban lainnya masih menjadi perhatian.

Selain itu, GSJT juga menyoroti musibah KM Mutiara Sentosa yang terbakar dalam perjalanan menuju Makassar. Menurut Angga, masih terdapat dua orang yang belum diketahui nasibnya dalam peristiwa tersebut.

Terkait persoalan santunan, Angga menjelaskan seluruh korban telah mendapatkan santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp50 juta. Namun, menurutnya, nominal tersebut dinilai masih belum mencukupi apabila dikaitkan dengan kebutuhan keluarga korban yang ditinggalkan.

“Semua korban sudah mendapat santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp50 juta. Nilai tersebut dirasa masih kurang untuk santunan keluarga korban,” ujar Angga.

GSJT berharap terdapat kebijakan tambahan yang dapat diberikan kepada keluarga korban, khususnya anak-anak yang ditinggalkan. “Kami berharap nilai santunan tersebut bisa ditambahkan. Atau mungkin adanya kebijakan untuk memperhatikan nasib anak-anak korban,” lanjutnya.

Rangkaian aksi GSJT masih menjadi perhatian karena massa menyatakan akan terus mengawal tuntutan mereka ke sejumlah instansi. Perkembangan aksi, termasuk respons dari pihak Pertamina, Dishub Provinsi Jawa Timur dan Jasa Raharja, masih menunggu keterangan resmi dari masing-masing pihak.

 

Pos terkait